BATU, RADAR BATU – Kapasitas pengolahan sampah di Kota Batu ditargetkan mencapai 100 ton per hari setelah seluruh infrastruktur program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) rampung.
Sistem tersebut dirancang mengintegrasikan 10 titik pengolahan komunal dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tlekung.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Berhasil Tembus 1 Juta Penonton Bioskop di Hari Tayang Ke-17
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, pembangunan tahap awal mencakup TPST Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Kelurahan Sisir dan Temas.
Masing-masing fasilitas dirancang memiliki kapasitas pengolahan 5–10 ton sampah per hari. “Masing-masing fasilitas dirancang memiliki kapasitas pengolahan 5–10 ton sampah per hari,” ujar Dian.
Baca Juga: 1.124 Batang Rokok Ilegal di Desa Sumberbrantas Kota Batu Gagal Beredar
Fasilitas komunal tersebut nantinya menangani sampah di tingkat lokal sebelum terhubung dengan sistem pengolahan terpusat. Sementara itu, TPST Tlekung direncanakan bertransformasi menjadi pusat pengolahan sampah residu.
Pemkot Batu juga merencanakan pengembangan 10 titik pengolahan komunal yang terintegrasi dalam sistem tersebut. Jika seluruh fasilitas beroperasi sesuai rencana, kapasitas pengolahan total ditargetkan mencapai 100 ton per hari.
Baca Juga: Program Satu Desa Satu Dokter Kota Batu Dibidik Jadi Percontohan Nasional
“Jadi sebenarnya targetnya kapasitas 100 ton per hari lewat program LSDP kalau sudah terbangun semua,” paparnya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem persampahan Kota Batu untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata.
Baca Juga: Pemkot Batu Telusuri Izin Proyek PT Esa
Namun, kapasitas yang dirancang belum tentu sama dengan volume sampah yang benar-benar dapat diolah setiap hari.
Kinerja sistem tetap bergantung pada kesiapan fasilitas, kecukupan sarana pendukung, distribusi sampah, dan kemampuan operasional setiap titik. Pemilahan dari sumber juga menjadi faktor penting agar fasilitas tidak terbebani sampah campuran.
Baca Juga: Pemkot Batu Perketat Aturan Sound Horeg
Dian menegaskan, masyarakat tetap harus memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah yang dapat diolah di tingkat desa atau kelurahan diharapkan tidak seluruhnya diangkut ke fasilitas terpusat.
Sementara itu, residu seperti popok dan pembalut direncanakan dibawa ke TPST Tlekung untuk ditangani menggunakan insinerator.
Baca Juga: TPA Tlekung Kota Batu Dibidik Pulihkan Lahan Dua Hektare
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, program LSDP diarahkan untuk memperbaiki layanan persampahan secara menyeluruh. Menurut dia, pola lama yang mengandalkan pengangkutan dan pembuangan tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah.
“Kita harus menyelesaikan persoalan sampah secara fokus, terkonsentrasi, dan total,” katanya.
Baca Juga: Hunter's Moon 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati
Pemkot juga mendorong pemilahan sampah dari sumber dan keterlibatan pelaku usaha, termasuk hotel, restoran, kafe, serta tempat wisata.
Dengan demikian, pencapaian target 100 ton per hari tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur. Konsistensi pemilahan, pengurangan sampah dari sumber, dan kepastian operasional seluruh fasilitas juga menjadi penentu keberhasilannya.
Editor : Fajar Andre Setiawan