Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapasitas Pengolahan Sampah Dipatok 100 Ton Per Hari

R
PENGOLAHAN SAMPAH: Sejumlah petugas melakukan pembakaran sampah di TPA Tlekung menggunakan insinerator beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
PENGOLAHAN SAMPAH: Sejumlah petugas melakukan pembakaran sampah di TPA Tlekung menggunakan insinerator beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Kapasitas pengolahan sampah di Kota Batu ditargetkan mencapai 100 ton per hari. Hal itu mulai diterapkan setelah seluruh infrastruktur program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) rampung. Target tersebut mencakup 10 titik pengolahan komunal yang terintegrasi dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tlekung.

Namun, besarnya kapasitas pengolahan tetap bergantung pada pemilahan sampah dari sumber. Tujuannya agar fasilitas tersebut tidak terbebani sampah campuran. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, pembangunan tahap awal mencakup TPST Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Kelurahan Sisir dan Temas.

Advertisement

“Masing-masing fasilitas dirancang memiliki kapasitas pengolahan 5-10 ton sampah per hari,” ujar Dian. Fasilitas komunal tersebut nantinya terhubung dengan sistem pengolahan di TPA Tlekung yang direncanakan bertransformasi menjadi TPST. Dalam skema itu, fasilitas komunal menangani sampah di tingkat lokal.

Sementara, TPST Tlekung diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah residu. Pemkot Batu juga merencanakan pengembangan 10 titik komunal yang terintegrasi dalam sistem tersebut. Jika seluruh fasilitas beroperasi sesuai rencana, kapasitas pengolahan total ditargetkan mencapai 100 ton per hari.

Advertisement

“Jadi sebenarnya targetnya kapasitas 100 ton per hari lewat program LSDP kalau sudah terbangun semua,” paparnya. Target tersebut menjadi bagian dari rancangan pengelolaan sampah jangka panjang untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata.

Namun, kapasitas terpasang tidak otomatis sama dengan volume sampah yang benar-benar dapat diolah setiap hari. Kinerja sistem tetap ditentukan oleh kesiapan fasilitas, kelancaran distribusi, dan kemampuan operasional di setiap titik.

Dian menegaskan, masyarakat tetap harus memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah yang dapat diolah di tingkat desa atau kelurahan diharapkan tidak perlu seluruhnya diangkut ke fasilitas terpusat. Sementara itu, residu seperti popok dan pembalut direncanakan dibawa ke TPST Tlekung untuk ditangani menggunakan insinerator.

 

Pemilahan Jadi Kunci

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, penguatan sistem persampahan lewat LSDP ditujukan memperbaiki layanan secara menyeluruh. Pola lama yang mengandalkan pengangkutan dan pembuangan dinilai tidak cukup menyelesaikan persoalan sampah.

Advertisement
Editor : Fajar Andre Setiawan

Artikel Terkait

Sampah Pariwisata Kota Batu Harus Dikelola dari Sumber

Sampah Pariwisata Kota Batu Harus Dikelola dari Sumber

Pemkot Batu dorong sektor pariwisata kelola dan pilah sampah langsung dari sumber.

Sampah Rumah Tangga di Kota Batu Wajib Dipilah

Sampah Rumah Tangga di Kota Batu Wajib Dipilah

Pemkot Batu wajibkan pemilahan sampah rumah tangga untuk dukung program LSDP.

Pengolahan Sampah di Kota Batu Ditarget 100 Ton per Hari

Pengolahan Sampah di Kota Batu Ditarget 100 Ton per Hari

Lewat program LSDP, pengolahan sampah di Kota Batu ditarget capai 100 ton per hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer