Sampah Pariwisata Kota Batu Harus Dikelola dari Sumber

BATU, RADAR BATU – Aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pembenahan sistem persampahan Kota Batu.
Pemerintah kota mendorong hotel, restoran, kafe, dan tempat wisata ikut mengurangi sampah dari sumber agar beban fasilitas pengolahan tidak terus bertambah.
Baca Juga: Adakan Mini Tour, JKT48 akan Mampir ke 5 Daerah di Indonesia dari Oktober hingga Desember
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, penguatan sistem persampahan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) ditujukan untuk memperbaiki layanan secara menyeluruh.
Pola yang hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Berhasil Tembus 1 Juta Penonton Bioskop di Hari Tayang Ke-17
“Kita harus menyelesaikan persoalan sampah secara fokus, terkonsentrasi, dan total,” katanya.
Menurut Nurochman, pengurangan sampah harus dimulai dari sumber melalui pemilahan berdasarkan jenis.
Kewajiban pengelolaan juga perlu didorong kepada pelaku usaha, termasuk sektor pariwisata yang menghasilkan sampah dari kegiatan operasionalnya.
“Transformasi itu ditujukan agar sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat ditekan,” tegasnya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pemkot Batu menyiapkan sistem pengolahan sampah terintegrasi dengan target kapasitas 100 ton per hari setelah seluruh infrastruktur program LSDP rampung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, tahap awal pembangunan mencakup Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse, Recycle (3R) di Kelurahan Sisir dan Temas.
