Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

34 Warga Kota Batu Jalani Rehabilitasi Narkoba

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 10 Juni 2026 | 18:00 WIB
JALANI SKRINING: Salah seorang warga melakukan tes urine di BNN Kota Batu beberapa waktu lalu. Sepanjang tahun ini angka partisipasi rehabilitasi rawat jalan naik signifikan.
JALANI SKRINING: Salah seorang warga melakukan tes urine di BNN Kota Batu beberapa waktu lalu. Sepanjang tahun ini angka partisipasi rehabilitasi rawat jalan naik signifikan.

 

BATU - Angka partisipasi program rehabilitasi rawat jalan di Kota Batu sepanjang tahun ini merangkak naik menjadi 34 orang. Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun lalu yang mandek di angka 24 orang. Peningkatan ini diklaim sebagai sinyal positif meluasnya kesadaran warga oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu.

Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kota Batu Atika Satria Garini menekankan pentingnya akurasi penanganan sejak fase awal masuk sistem perawatan. Seluruh klien yang saat ini terdata masuk sistem rehabilitasi ditentukan kriterianya berdasarkan hasil asesmen awal,” tegasnya.

Baca Juga: Teror DBD Mengintai Kota Batu di Balik Fenomena Bediding

Prosedur skrining awal tersebut menggunakan instrumen Addiction Severity Index (ASI). Tujuannya untuk mengukur indeks keparahan kecanduan obat. Atika menambahkan skema pemulihan para korban tidak dipukul rata. Durasi layanan sangat adaptif mengikuti hasil evaluasi berkala serta kontrak terapi yang telah disepakati bersama klien dan konselor.

“Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rangkaian rehabilitasi rawat jalan sekitar tiga bulan,” tambahnya. Dalam kurun waktu triwulan tersebut, pasien wajib melewati empat tahapan krusial. Fase itu meliputi tahap skrining, asesmen mendalam, konseling intensif sebanyak 4 hingga 8 kali pertemuan, serta diakhiri dengan tahap pascarehabilitasi.

Baca Juga: Produsen Tempe di Desa Beji, Kota Batu Pangkas Ukuran Ideal

Tahap pascarehabilitasi penting untuk meminimalkan risiko kambuh atau relapse. Tantangan pemulihan ini kian berat mengingat peta kerawanan demografi didominasi dua kelompok kontras, yakni usia produktif (20-29 tahun) dan kelompok lansia (60-69 tahun).

Bergerak di luar ranah kuratif, strategi pencegahan di sektor pelayanan publik juga terus diperkuat. Target minimal 350 warga Kota Batu dibidik untuk menjalani tes urine guna keperluan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Urine Narkotika (SKHPN). “Sama seperti tahun lalu, kami harap 20 orang bisa bebas narkoba,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#narkotika #tes urine #narkoba #rehabilitasi #bnn