
BPS Siapkan Tim Cadangan, Pendataan Ditarget Tuntas 31 Agustus
Penolakan Responden Disiasati Pendekatan Berlapis
BATU, RADAR BATU - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu tak hanya menghadapi tantangan dari masyarakat yang enggan didata. Namun, juga dari internal penyelenggara. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat lima petugas mitra mengundurkan diri di tengah proses pencacahan. Meski demikian, BPS memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu target penyelesaian pendataan pada 31 Agustus nanti. Sebab, petugas cadangan telah disiapkan.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo menjelaskan pengunduran diri lima petugas tersebut dipicu berbagai alasan. Ada yang diterima bekerja di tempat lain, ada pula yang memilih mundur lantaran harus merawat anggota keluarga yang sakit. Sebagian lainnya mengaku tidak mampu menyesuaikan beban kerja. Hal itu disampaikan setelah merasakan langsung proses pencacahan di lapangan.
Menurut Herlina, BPS telah mengantisipasi kemungkinan tersebut sejak awal rekrutmen. Petugas cadangan telah disiapkan sejak awal. Itulah mengapa lmundurnya ima petugas dipastikan tidak mengganggu progres pendataan yang terus berjalan. “Setiap ada petugas yang mengundurkan diri, penggantinya dapat langsung diterjunkan sehingga tidak terjadi kekosongan wilayah pendataan,” ungkap Herlina.
Pihaknya juga menerapkan ketentuan yang jelas terkait hak dan kewajiban petugas yang mengundurkan diri. Bagi petugas yang telah mengikuti pelatihan tetapi belum melakukan pencacahan, mereka diwajibkan mengembalikan biaya pelatihan kepada negara. Sementara petugas yang mundur ketika pencacahan sudah berjalan tidak dikenai kewajiban tersebut. Namun, hasil pekerjaan yang telah dilakukan tidak dapat dicairkan sebagai honorarium.
“Kalau mundur saat pencacahan, pekerjaan yang sudah dilakukan tidak bisa dibayarkan honornya, tetapi mereka tidak dikenai ganti rugi biaya pelatihan,” jelasnya. Selain memastikan kecukupan personel, BPS juga menyiapkan strategi khusus menghadapi responden yang masih menolak didata. Tantangan terbesar kini adalah membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan data ekonomi yang benar.
Untuk itu, pendekatan persuasif tetap menjadi langkah utama. Petugas diminta menjelaskan tujuan sensus. Selain itu, petugas wajib meyakinkan masyarakat bahwa data responden dijamin kerahasiaannya. Jika wawancara tatap muka tetap ditolak, BPS menawarkan alternatif pengisian data secara mandiri melalui sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). “Melalui CAPI, responden dapat mengisi datanya sendiri,” katanya.



