BATU - Sebagian pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mengeluhkan percikan air hujan dan angin (tempias) yang masuk ke beberapa zona. Salah satunya zona pedagang kaki lima (PKL) kuliner di lantai 3. Setiap kali hujan deras yang disertai angin kencang banyak tempias hujan yang masuk. Hal tersebut sangat mengganggu pedagang dan pelanggan.
Keluhan ini juga sudah disampaikan para pedagang kuliner kepada UPT. Untuk menangani persoalan ini Pemerintah Kota (Pemkot) Batu perlu memasang atap tambahan agar air hujan dan angin tak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Salah satu PKL di zona kuliner Nunuk Susilawati mengatakan, setiap hujan cukup deras, air pasti masuk ke zona PKL kuliner. "Sering kali orang makan di sini pas hujan jadi nggak nyaman. Apalagi, kalau angin kencang. Petugas yang bersih-bersih pasar pasti langsung memindahkan meja dan kursi yang terkena percikan air," kata warga Desa Beji ini.
Perempuan yang akrab dikenal Susi ini membeberkan, setiap hujan pasti sebagian tembok di lantai 3 meresap. "Pas hujan lagi deras-derasnya ya sampai banjir. Dan, yang membersihkan lantai adalah pihak pasar," ceritanya.
Di zona lainnya, pedagang sembako dan jajanan (snack) Siti Arifah juga mengalami hal yang sama. Dia mengatakan, setiap mau hujan ia selalu bergegas memindahkan barang-barangnya ke dalam kios. "Mau gimana lagi Mbak. Konsep pasarnya memang terbuka. Seharusnya ada atap tambahan pelindung hujan lagi kayak Terminal Kota Batu. Semoga aja ya pemasangan atap tambahan ini segera dilaksanakan pemerintah," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Bangun Yulianto mengatakan, anggaran APBN untuk Pasar Induk Among Tani memang terbatas (Rp 166,7 M). Sehingga, yang dimaksimalkan adalah bangunan pasarnya. Sedangkan, penahan tempias hujan belum ada.
"Untuk pemasangan penahan tempias ketika musim hujan ini butuh anggaran sekitar Rp 2 miliar. Soalnya, pemasangan atap ini harus mengelilingi pasar. Kami usahakan proses tendernya," ungkapnya. Namun, untuk model atap pelindung hujan dan anginnya seperti apa, DPKPP masih belum bisa memutuskan. "Pokoknya penahan tempias nantinya tidak akan mengganggu bagian muka Pasar Induk," imbuhnya. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah