“Inner Pressure” pada Siswa, Tekanan yang Datang dari Diri Sendiri, Apa Penyebabnya?

BATU, RADAR BATU – Tidak semua tekanan pada siswa datang dari guru, orang tua, atau lingkungan sekitar. Banyak pelajar justru mengalami tekanan terbesar dari dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut sebagai inner pressure, yaitu kondisi ketika seseorang merasa tertekan oleh ekspektasi, pikiran, atau tuntutan pribadi yang terus muncul dalam dirinya.
Fenomena ini semakin sering dirasakan siswa, terutama di tengah persaingan akademik, tuntutan untuk selalu produktif, dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Akibatnya, banyak pelajar merasa mudah cemas, cepat lelah secara mental, bahkan sulit menikmati proses belajar.
Siswa Sering Menuntut Diri Terlalu Tinggi
Dilansir dari laman Halodoc, tekanan batin merupakan kondisi emosional yang ditandai dengan rasa cemas, frustrasi, marah, atau gugup secara berlebihan akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Tekanan ini sering muncul karena keinginan untuk selalu berhasil, takut mengecewakan orang lain, atau merasa harus memenuhi standar tertentu. Tidak sedikit pelajar yang memaksa dirinya untuk selalu sempurna dalam nilai, organisasi, maupun kehidupan sosial.
Akibatnya, siswa menjadi mudah merasa gagal meskipun sebenarnya sudah berusaha keras. Mereka juga sering menyalahkan diri sendiri ketika hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Selain faktor akademik, kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan teman sebaya juga dapat memperkuat inner pressure. Media sosial membuat siswa lebih mudah melihat pencapaian orang lain, tetapi sering lupa bahwa setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda.
Gejalanya Tidak Hanya Emosional
Tekanan batin tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga kondisi fisik dan perilaku sehari-hari. Halodoc menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami tekanan batin dapat menjadi lebih mudah marah, sulit fokus, sering merasa sedih, hingga memiliki pola pikir negatif terhadap diri sendiri.
Kondisi ini bisa terlihat dari menurunnya semangat belajar, sulit berkonsentrasi di kelas, mudah overthinking, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam beberapa kasus, tekanan batin juga memunculkan gejala fisik seperti sakit kepala, tubuh terasa lelah, gangguan tidur, hingga perubahan pola makan.
Sementara itu, laman Alodokter menjelaskan bahwa tekanan batin yang berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan risiko gangguan mental seperti kecemasan berlebih dan depresi. Karena itu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari siswa.
Penting Belajar Mengurangi Tekanan dari Diri Sendiri



