Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena “Morning Exhausted” pada Pelajar, Baru Bangun tapi Sudah Lelah

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Ilustrasi seseorang yang sedang kelelahan saat belajar (Sumber Shutterstock)
Ilustrasi seseorang yang sedang kelelahan saat belajar (Sumber Shutterstock)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Banyak pelajar merasa tubuh tetap lelah meski sudah tidur semalaman. Baru bangun tidur, sebagian siswa justru masih mengantuk, sulit fokus, bahkan tidak bersemangat menjalani aktivitas sekolah. Fenomena ini kini mulai dikenal sebagai morning exhausted, kondisi ketika tubuh terasa belum benar-benar pulih setelah tidur.

Sekilas, rasa lelah saat bangun tidur memang terlihat biasa. Namun, jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, suasana hati, hingga kesehatan fisik dan mental pelajar.

Pelajar Sering Bangun dalam Kondisi Tidak Segar

Advertisement

Dilansir dari laman Alodokter, tidur berkualitas seharusnya membuat tubuh terasa segar dan penuh energi saat bangun tidur. Namun, banyak orang justru mengalami tubuh lelah saat bangun tidur akibat kualitas tidur yang buruk.

Pada pelajar, kondisi ini sering muncul karena pola tidur yang tidak teratur. Tugas sekolah, penggunaan media sosial hingga larut malam, kebiasaan begadang, hingga stres akademik membuat waktu istirahat menjadi kurang optimal.

Advertisement

Akibatnya, siswa bangun dengan kondisi tubuh berat, sulit berkonsentrasi, mengantuk sepanjang pagi, hingga merasa tidak memiliki energi untuk mengikuti pelajaran di kelas. Tidak sedikit pelajar yang akhirnya mengandalkan kopi atau tidur di sela aktivitas karena merasa belum benar-benar “terbangun”.

Kurang Tidur dan Stres Jadi Pemicu Utama

Laman Halodoc menjelaskan bahwa rasa lemas saat bangun tidur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas tidur yang buruk, stres, dehidrasi, hingga kebiasaan tidur yang tidak sehat.

Salah satu penyebab paling umum pada pelajar adalah kurang tidur. Banyak siswa tidur terlalu larut karena mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau terlalu lama bermain gawai. Padahal, tubuh remaja tetap membutuhkan waktu tidur yang cukup agar otak dan tubuh dapat pulih secara optimal.

Selain itu, stres dan kecemasan juga dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Pikiran yang terus aktif membuat tubuh sulit benar-benar rileks saat tidur, sehingga pelajar tetap merasa lelah meski sudah beristirahat selama beberapa jam.

Advertisement

Artikel Terkait

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Kota Batu siapkan Rp3,3 miliar dana PIP 2026 untuk 8.283 siswa, utamakan peserta didik keluarga Desil 1–4 DTSEN.

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi singkat di media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus siswa saat belajar.

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Berbeda dengan aktivitas menonton film yang menyajikan visualisasi jadi, fiksi membangun simulasi mental yang lebih kompleks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer