Fenomena “Mood Swing” pada Pelajar Muncul Lebih Sering saat Tugas Menumpuk

BATU, RADAR BATU – Banyak pelajar mengaku lebih mudah merasa marah, sedih, sensitif, atau tiba-tiba kehilangan semangat saat tugas sekolah mulai menumpuk. Perubahan suasana hati yang naik turun dalam waktu singkat ini dikenal dengan istilah mood swing.
Fenomena ini semakin sering dialami siswa, terutama ketika jadwal sekolah padat, tugas datang bersamaan, waktu istirahat berkurang, dan tekanan akademik semakin tinggi. Akibatnya, suasana hati pelajar menjadi tidak stabil dan mudah berubah sepanjang hari.
Tugas Menumpuk Bisa Memicu Perubahan Suasana Hati
Dilansir dari laman Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mood swing merupakan perubahan suasana hati yang terjadi pada seseorang dalam waktu singkat. Kondisi ini sebenarnya normal, terutama ketika seseorang sedang menghadapi stres atau perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada pelajar, mood swing sering muncul ketika tugas sekolah mulai menumpuk, jadwal ujian padat, atau tekanan untuk mendapat nilai baik semakin besar. Siswa yang awalnya bersemangat belajar bisa tiba-tiba merasa lelah, sedih, mudah kesal, atau kehilangan motivasi.
Tidak sedikit pelajar yang juga menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal kecil ketika sedang stres karena tugas. Bahkan, beberapa siswa merasa sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung saat waktu istirahat dan tidur mulai berkurang.
Laman Halodoc menjelaskan bahwa kurang tidur, stres, gula darah rendah, hingga pola hidup yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi mood swing. Ketika tubuh dan pikiran kelelahan, emosi seseorang menjadi lebih sulit dikendalikan.
Kurang Istirahat Membuat Emosi Pelajar Tidak Stabil
Tidur yang tidak cukup menjadi salah satu penyebab paling sering munculnya mood swing pada siswa. Banyak pelajar tidur terlalu malam demi menyelesaikan tugas atau belajar menghadapi ujian. Akibatnya, tubuh tidak memiliki waktu cukup untuk memulihkan energi. Kondisi ini membuat siswa lebih mudah uring-uringan, sulit fokus, dan cepat merasa lelah secara emosional.
Selain itu, stres akibat tekanan akademik juga dapat memengaruhi suasana hati. Ketika pikiran dipenuhi tugas dan target sekolah, tubuh akan lebih mudah merasa cemas dan kewalahan.



