Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tak Mau Ditinggal Pembeli, Pasar dan Mal di Kota Batu Sama-Sama Andalkan Promosi Digital

Zanadia Manik Fatimah • Selasa, 17 Maret 2026 | 17:20 WIB
PR BESAR: Pemerintah Kota Batu Akui Legalitas Usaha Jadi PR Besar. (Sumber: Tugu Malang)
PR BESAR: Pemerintah Kota Batu Akui Legalitas Usaha Jadi PR Besar. (Sumber: Tugu Malang)

BATU - Pelaku ritel di Kota Batu mulai beradaptasi dengan perubahan perilaku belanja masyarakat yang makin digital.

Pasar Induk Among Tani maupun pusat perbelanjaan modern kini sama-sama memanfaatkan kanal online untuk menarik pengunjung dan memperluas pasar.

Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Kota Batu Gadis Dwi Primandhasari mengatakan digitalisasi pasar mulai dilakukan oleh pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Sistem Informasi Manajemen Pasar Unggul Smart, Accurate, Efficient (Simpul Sae) yang mulai diperkenalkan kepada pedagang.

Selain itu, pengelola pasar juga mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi aktivitas pasar kepada masyarakat.

Baca juga Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemudik Diminta Jaga Tubuh dan Bawa Kotak P3K

“Pengelolaan media sosial dilakukan oleh tim kreatif,” ujarnya. Berdasarkan pengamatan di berbagai platform, Pasar Induk Among Tani kini mulai aktif membuat konten promosi, termasuk melalui TikTok, untuk menarik perhatian calon pengunjung.

Langkah digital juga dilakukan pusat perbelanjaan modern. Direktur Lippo Plaza Batu Agus Saputera mengatakan mayoritas tenant di mal tersebut telah memanfaatkan kanal digital sebagai media promosi.

“Mayoritas tenant menjalankan promosi secara online. Tujuannya menarik traffic, baik untuk pembelian digital maupun kunjungan langsung ke toko,” katanya.

Menurut Agus, strategi digital itu dipadukan dengan pembaruan promosi, penyegaran produk, dan pemasaran kreatif agar minat pengunjung tetap terjaga.

Pakar ekonomi FEB Universitas Brawijaya Dias Satria menilai langkah semacam itu sejalan dengan arah masa depan ritel.

Baca juga Truk Tiga Sumbu Dilarang Melintas di 8 Ruas Jalan Kota Batu Jelang Lebaran, Berikut Perinciannya

Pelaku usaha didorong menerapkan hybrid selling, yakni menjual produk secara bersamaan melalui marketplace, social commerce, dan toko fisik.

Teknologi sederhana seperti WhatsApp Business, QRIS, katalog digital, hingga live selling juga dinilai bisa membantu pedagang memperluas jangkauan pasar.

Selain adaptasi pelaku usaha, pemerintah juga dinilai perlu mendorong digitalisasi pasar melalui program pendampingan yang berkelanjutan.

Baca juga Lippo Plaza Batu Diserbu Pengunjung Selama Ramadan

Integrasi pasar dengan ekonomi kreatif, pariwisata, dan event kota juga dianggap relevan untuk memperkuat daya tarik Kota Batu sebagai kota wisata. (dia/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#media sosial #digital