BATU - Sebanyak 442 personel lintas sektor disiagakan untuk mengamankan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pengamanan tersebut dikemas dalam Operasi Lilin Semeru 2025, menyusul potensi lonjakan wisatawan dan kepadatan lalu lintas di kawasan wisata Kota Batu.
Ratusan personel itu terdiri atas 250 anggota Polres Batu, didukung 192 personel dari Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan Kota Batu.
Kabag Ops Polres Batu Kompol Anton Widodo mengatakan pihaknya telah memetakan titik rawan dan menyiapkan pos pengamanan (pospam) serta pos pelayanan (posyan) di seluruh wilayah kota. Total terdapat tiga pospam di tiap kecamatan.
“Di Kecamatan Bumiaji, pospam ditempatkan di Simpang Tiga Bendo dan kawasan wisata Selecta. Untuk Kecamatan Junrejo berada di Arhanud, Suhat, dan Buk Anyar,” ujar Anton.
Sementara, di Kecamatan Batu, pospam disiagakan di Pesanggrahan, Taman Makam Pahlawan (TMP), dan Exit Songgoriti.
Setiap pospam dijaga 21 personel. Adapun posyan terpusat di Lippo Plaza Batu. Cakupan wilayahnya meliputi Dewi Sartika Atas, Lippo Plaza, dan Alun-Alun Kota Wisata Batu, yang dijaga 18 personel.
Selain pos pengamanan, dirinya juga membentuk tim urai lalu lintas berjumlah 21 personel. Tim ini dipusatkan di kawasan Jatim Park 3, yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat musim liburan.
“Tim urai bertugas melakukan penanganan cepat saat terjadi kepadatan, hambatan lalu lintas, kendaraan mogok, kecelakaan, hingga kondisi darurat seperti banjir atau material jalan,” jelas Anton.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, kepolisian menyiapkan dua skema rekayasa lalu lintas. Pertama, sistem pasang surut ketika kecepatan kendaraan turun di bawah 30 kilometer per jam. Kedua, penerapan one way jika laju kendaraan melambat hingga di bawah 5 kilometer per jam.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan Operasi Lilin Semeru tahun ini mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif. Fokus pengamanan tidak hanya pada jalur mudik dan wisata, tetapi juga antisipasi gangguan kamtibmas, potensi terorisme, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
“Mitigasi bencana menjadi atensi utama, mengingat potensi cuaca ekstrem masih akan terus terjadi,” ujar Andi. Ia menyebut koordinasi dengan BPBD Kota Batu telah dilakukan untuk mengantisipasi risiko longsor dan bencana hidrometeorologi di titik-titik rawan. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho