BATU - Tulisan Alun-Alun Kota Wisata Batu tampak diselimuti kain merah sejak beberapa minggu terakhir.
Hingga kemarin (16/9) belum ada tanda-tanda tulisan itu akan dibuka lagi.
Padahal tulisan tersebut cukup ikonik.
Pasalnya, banyak wisatawan yang menggunakan tulisan tersebut sebagai background untuk berfoto.
Usut punya usut tulisan tersebut kini kondisinya sedang rusak.
Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu saat ini masih melakukan perbaikan.
Kepala DLH Kota Batu Muji Dwi Leksono mengatakan tulisan Alunalun Kota Wisata Batu atau signage itu mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Beberapa huruf timbul yang terbuat dari akrilik itu akhirnya terkelupas.
Itu sebabnya DLH Kota Batu memilih menutup tulisan tersebut.
Tujuannya agar kerusakan tidak semakin parah.
“Sebenarnya mulai rusak sudah dari sebelum Juli lalu. Namun, karena belakangan ini angin berhempus cukup kencang jadi semakin parah,” ucapnya.
Hingga saat ini Muji belum bisa memastikan kapan perbaikan akan rampung.
Termasuk juga besaran anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan signage itu.
Pasalnya hingga saat ini signage pengganti masih dalam proses pemesanan.
Penutupan dengan kain pun dipilih juga untuk menghindari kerusakan dibagian lampu-lampu dalam signage itu.
“Jadi ditutup dulu sambil menunggu pesanan akrilik pengganti datang,” tegasnya.
Salah seorang wisatawan asal Sidoarjo, Ernawati mengaku sedikit kecewa.
Pasalnya dirinya jauh-jauh datang ke Kota Batu demi berfoto di depan tulisan itu.
Beruntung Ernawati memiliki alternatif lain.
Yakni berfoto di depan tulisan Kota Wisata Batu yang berada di depan parkiran.
“Banyak wisatawan lain yang ingin berfoto di situ. Namun, karena ditutup jadinya cari spot foto lain,” pungkasnya. (aff/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana