Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Revitalisasi Simpang Putih Bakal Telan Anggaran Rp 10 M, Pemkot Batu Susun DED Kelanjutan Proyek Fisik Tahun Depan

A. Nugroho • Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:03 WIB
Grafis Proyek Fisik Lanjutan 2026
Grafis Proyek Fisik Lanjutan 2026

BATU - Kendati proyek fisik tahun ini belum rampung bahkan ada dua proyek yang diprediksi molor, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah mulai merumuskan rencana pembangunan infrastruktur lanjutan untuk tahun depan. Salah satunya rencana proyek yang paling besar adalah revitalisasi Simpang Patih (Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin) alias Simpah Orchid.

 

Proyek masterpiece itu rencananya akan mulai dikerjakan pada triwulan kedua 2026 nanti. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 10 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan proyek revitalisasi Simpang Patih itu merupakan lanjutan pembangunan fisik yang dilakukan tahun ini.

 

Sebab, proyek tersebut tidak hanya akan membangun bundaran di tengah persimpangan saja. Namun, juga membangun trotoar di jalan sekitar. Seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin. Alfi menegaskan penamaan Patih untuk simpang empat yang dikenal sebagai Simpang Orchid itu tak sembarangan.

 

“Patih itu sebenarnya akronim dari nama-nama jalan di area simpang empat tersebut. Yakni Patimura, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin,” jelasnya. Simpang Patih akan menjadi ikon bari di Kota Wisata Batu. Sebab, simpang empat itu akan dikonsep seperti boulevard. Yakni jalan lebar yang biasanya ditanami pepohonan di sepanjang tepian dan mediannya.

 

Jalan itu kerap memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai jalur transportasi yang mampu menampung banyak lajur kendaraan sekaligus sebagai ruang publik yang estetis. Keberadaan bundaran di tengah persimpangan berfungsi agar arus kendaraan terus melaju. Sebab, ke depan di area tersebut tidak akan ada lagi traffic light.

 

Dengan begitu tak akan ada lagi tumpukan kendaraan yang mengantre untuk melaju karena tertahan traffic light. Otomatis instansi terkait perlu melakukan pengaturan ulang skema lalu lintas di sana. “Nantinya di tengah bundaran juga akan dibangun ikon patung Panglima Sudirman setinggi lima meter yang rencananya bisa berputar,” imbuhnya.

 

Selain untuk ikon baru dan memperlanjar arus kendaraan wisatawan, revitalisasi Simpang Patih juga untuk memudahkan mobilitas perekonomian warga Desa Pesanggrahan, Desa Sumberejo, Kelurahan Songgokerto, dan sekitarnya. Jalan-jalan di sana juga akan dilebarkan dan dilengkapi trotoar ramah disabilitas.

 

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengaku saat ini sedang menyusun Detail Engineering Design (DED). Mengingat revitalisasi Simpang Patih bukan proyek sederhana. Dia berharap masyarakat bisa mendukung rencana tersebut.

 

Terkait progres pengerjaan 50 proyek fisik tahun ini yang masih di angka 48 persen, Alfi terus mengebut agar seluruh pekerjaan tuntas paling lambat pertengahan Desember. Dia tak bisa menampik sejumlah kendala lapangan yang menyebabkan progres lamban. Terutama untuk pembangunan trotoar dan drainase di Jalan Brantas yang merupakan jalur protokol.

 

“Di lokasi itu banyak utilitas seperti tiang listrik, reklame, dan baliho besar yang perlu disterilkan terlebih dahulu,” ujarnya. Sementara, pihaknya harus berkoordinasi lebih dulu dengan Satpol PP, kepolisian, dan SKPD sterilisasi area dari utilitas tersebut. “Kami pastikan semua pihak terlibat agar pekerjaan berjalan lancar,” kata Alfi.

 

Saat ini, pemasangan gorong-gorong di selokan yang telah dilebarkan mulai dilakukan. Komunikasi intensif juga terus dijalin dengan penyedia jasa untuk mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan. Alfi mengakui pengerjaan proyek secara serentak berpotensi menimbulkan keterlambatan.

 

Namun tim teknis PUPR rutin turun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan tetap sesuai jadwal. Sebagai langkah percepatan, pengerjaan proyek juga dilakukan pada malam hari ketika lalu lintas lebih sepi. “Dengan kondisi jalan yang lengang, kami optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” pungkas Alfi. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#10 miliar #kota batu #revitalisasi #proyek fisik