Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

73 Kasus Kanker Payudara Terdeteksi Tahun Ini

R
SKRINING RUTIN: Petugas Dinkes Kota Batu meninjau skrining kesehatan di Puskesmas Beji beberapa waktu lalu.
SKRINING RUTIN: Petugas Dinkes Kota Batu meninjau skrining kesehatan di Puskesmas Beji beberapa waktu lalu.

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Ancaman fatalitas penyakit kanker payudara masih membayangi kesehatan masyarakat di Kota Batu. Temuan 73 kasus aktif sepanjang tahun ini membuktikan mutasi genetik mematikan tersebut masih menjadi momok serius Namun, ada tren penurunan tipis terhadap jumlah kasusnya. Pada 2025 lalu, total ada 75 pasien yang menjalani perawatan intensif. Dua di antaranya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Tingginya angka fatalitas dilatarbelakangi minimnya kesadaran pasien dalam mendeteksi gejala awal. Sebab, kemunculan sel kanker seringkali tidak disertai rasa sakit sama sekali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Icang Sarrazin menjelaskan kelengahan tersebut membuat pasien baru mencari pertolongan medis ketika sel perusak sudah menyebar luas.

“Gejala paling umum Adalah munculnya benjolan pada payudara atau ketiak yang terasa keras dan permukaannya tidak rata. Perubahan fisik pada puting yang tertarik ke dalam hingga mengeluarkan cairan abnormal berwarna darah atau kuning kehijauan juga sangat patut diwaspadai,” urai Icang.

Jika mutasi sel masuk stadium lanjut, manifestasi klinis dipastikan semakin berat dan menyiksa. Benjolan kian membesar dan memicu rasa nyeri hebat. Disusul pembengkakan di ketiak, luka terbuka yang sulit sembuh, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, hingga komplikasi pernapasan serta nyeri tulang.

Menariknya, mutasi sel-sel payudara yang tidak terkendali ini rupanya tidak eksklusif mengancam kaum hawa. Icang menyebut penyakit mematikan ini sesekali juga menjangkit kelompok laki-laki. Namun, persentase kasusnya tergolong sangat langka. Icang menegaskan kunci utama keselamatan pasien bergantung kecepatan intervensi medis.

Semakin dini keberadaan kanker ditemukan, maka peluang dan persentase kesembuhan pasien akan melonjak drastis. Dinkes Kota Batu kini terus menggerakkan advokasi Kesehatan secara masif ke Masyarakat sebagai pencegahan. Kampanye deteksi dini melalui rutinitas Periksa Payudara Sendiri (Sadari) dan Periksa Payudara Klinis (Sadanis) juga masif. (ori/dre)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Tes IVA Gratis di Kota Batu, Dinkes Kejar Deteksi Dini Kanker Serviks

Tes IVA Gratis di Kota Batu, Dinkes Kejar Deteksi Dini Kanker Serviks

Dinkes Batu targetkan 1.300 wanita ikut skrining IVA gratis guna deteksi kanker serviks. BPJS Kesehatan jamin penuh biaya pengobatannya.

13 Perempuan di Kota Batu Idap Kanker Serviks, Mayoritas Terlambat Periksa karena Abaikan Gejala Awal

13 Perempuan di Kota Batu Idap Kanker Serviks, Mayoritas Terlambat Periksa karena Abaikan Gejala Awal

Kanker serviks di Batu capai 13 kasus hingga Mei 2026. Dinkes minta warga waspadai gejala awal dan rutin ikut skrining gratis di puskesmas.

Salah Cara Masak Daging Kurban Bisa Picu Hipertensi dan Kanker, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu

Salah Cara Masak Daging Kurban Bisa Picu Hipertensi dan Kanker, Ini Penjelasan Dinkes Kota Batu

Dinkes Kota Batu mengingatkan masyarakat soal cara memasak daging kurban yang salah. Penggunaan santan, kecap, dan daging gosong disebut leb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer