Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bawang dan Cabai Dongkrak Inflasi

R
PICU INFLASI: Sejumlah komoditas bawah merah dan bawang putih dijajakan di Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (18/6).
PICU INFLASI: Sejumlah komoditas bawah merah dan bawang putih dijajakan di Pasar Induk Among Tani Batu kemarin (18/6).

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Komoditas bawang merah dan cabai merah memicu lonjakan inflasi di Kota Batu awal bulan ini. Catatan terbaru Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Juni ini menunjukkan inflasi menyentuh angka 0,21 persen. Kondisi pasar berbalik 180 derajat dari periode sama tahun lalu yang justru dihantam deflasi dalam sebesar -1,10 persen.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Kota Batu Diyah Wahyuni merinci pergerakan harga pasar domestik. Bawang merah mencatatkan daya dongkrak tertinggi terhadap inflasi sebesar 0,4128.

Komoditas cabai merah menempel ketat di posisi kedua dengan andil 0,4009, disusul komoditas beras sebesar 0,0206.

Kenaikan harga duo bumbu dapur utama dipicu lonjakan angka permintaan masyarakat. Fluktuasi terjadi akibat tingginya kebutuhan pasar domestic selama momentum libur sekolah dan maraknya hajatan pernikahan. “Naiknya harga-harga ini karena banyaknya permintaan untuk momentum liburan sekolah dan maraknya hajatan pernikahan,” ujar Diyah.

Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sejauh ini belum bisa diukur secara pasti. Namun, kondisi eksternal tersebut secara tidak langsung memengaruhi Tingkat daya beli masyarakat hingga berujung pada inflasi. “Komoditas pangan pengaruh utamanya murni faktor tinggi rendahnya permintaan serta ketersediaan stok di pasar,” imbuhnya.

Tren merangkaknya harga saat ini berbanding terbalik dengan medio tahun lalu. Juni 2025 lalu, kantong belanja warga bernapas lega karena cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah menyumbang andil deflasi cukup besar. Stok di pasar kala itu sangat melimpah akibat momentum panen raya hortikultura teradi serentak.

Pemkot Batu kini berkomitmen terus memperketat pengawasan dan monitoring harga secara real-time di lapangan. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas daya beli warga sekaligus memastikan pasokan pangan dari luar daerah tetap lancar. (ori/dre)

Advertisement

Artikel Terkait

Kenaikan Harga Pertamax Belum Berpengaruh ke Sektor Wisata Kota Batu

Kenaikan Harga Pertamax Belum Berpengaruh ke Sektor Wisata Kota Batu

Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/liter belum pengaruhi wisata Batu karena hotel punya stok solar dan wahana dominan pakai daya listrik.

Sentra Bunga Hias di Kota Batu Juga Terimbas Kenaikan Harga Plastik

Sentra Bunga Hias di Kota Batu Juga Terimbas Kenaikan Harga Plastik

Harga polybag di Batu naik hingga Rp28 rb/kg imbas lonjakan plastik global. Petani mulai lirik inovasi kokedama guna pangkas biaya produksi.

Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Beras Sumbang Inflasi di Kota Batu asi

Cabai Merah, Cabai Rawit, dan Beras Sumbang Inflasi di Kota Batu asi

Lonjakan permintaan bahan pokok selama momen Hari Raya Idul Adha memicu gejolak harga di pasaran. Tiga komoditas yakni cabai merah, cabai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer