BATU, RADAR BATU – Predikat kota wisata yang selama ini disandang Malang bukan hanya soal alam pegunungan dan udara sejuknya. Di tengah kota, ada tiga pasar tradisional yang justru jadi buruan wisatawan karena menawarkan pengalaman belanja murah dengan kualitas yang terjamin.
Pasar pertama yang wajib masuk daftar kunjungan adalah Pasar Besar Malang. Pasar ini dibangun pada tahun 1914 oleh Pemerintah Hindia Belanda setelah sebelumnya dikelola oleh pihak swasta.
Meski sudah mengalami berbagai renovasi, bangunan ini tetap konsisten sebagai pusat perdagangan yang menyimpan sejarah dan budaya kota. Selain berburu kebutuhan pokok, pengunjung juga bisa merasakan langsung jejak akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, Madura, dan Arab yang berpadu di lorong-lorong pasar ini.
Baca Juga: Tiga Wisata Perahu di Malang Raya, dari Pasar Tradisional Air sampai Susur Sungai Satwa
Pasar kedua adalah Pasar Oro-Oro Dowo yang kini menjadi contoh sukses transformasi pasar tradisional. Titik baliknya terjadi ketika Pemerintah Kota Malang melakukan revitalisasi total pada tahun 2015, dengan mempertahankan arsitektur kolonial sekaligus menghadirkan kenyamanan modern.
Pemerintah setempat menyebut pasar ini sebagai contoh perawatan ruang publik yang ideal, karena pasar tradisional tidak harus ditinggalkan hanya karena berkembangnya pusat perbelanjaan modern.
Kebersihan dan kerapian pasar ini membuat wisatawan, termasuk dari luar kota, sengaja menjadwalkan kunjungan pada pagi hari hanya untuk menikmati suasananya.
Pasar ketiga yang layak dijelajahi adalah Pasar Kebalen, surga bagi pemburu sarapan pagi khas Malang. Pasar ini justru mencapai puncak keramaian saat suasana masih gelap, dengan deretan penjual nasi empal, bubur ayam, hingga olahan ketan yang masih mengepul panas di sepanjang jalan pasar.
Baca Juga: Jam Buka dan Lokasi Lengkap Pasar Malam, Cocok untuk Wisata Hemat Akhir Pekan
Suasana pagi yang ramai namun hangat ini menjadi bekal energi sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Malang.
Dengan kombinasi nilai sejarah, kebersihan, dan kekayaan kuliner lokal, pasar tradisional Malang kini bukan lagi sekadar tempat transaksi, melainkan destinasi wisata yang menawarkan pengalaman otentik dengan harga ramah kantong.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber