TEMAS, RADAR BATU - Lonjakan kunjungan wisata saat libur Lebaran kembali menjadi mesin pendongkrak pendapatan daerah. Pemerintah Kota Batu memproyeksikan potensi pajak dari sektor pariwisata menembus Rp20 miliar sepanjang periode Idulfitri tahun ini.
Perkiraan itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Batu Mohammad Nur Adhim. Ia menyebut peningkatan pajak selalu sejalan dengan tren kunjungan wisatawan.
“Kalau kunjungan naik, otomatis pajak ikut terdongkrak,” ujarnya.
BACA JUGA Talang Air Pasar Induk Among Tani Kota Batu Rusak Lagi, Pemkot Tagih Garansi
Menurutnya, libur Lebaran merupakan periode emas selain akhir tahun dan long weekend. Pola ini sudah terbaca dari tahun ke tahun. Kondisi destinasi lain juga turut memengaruhi arus wisata. Saat daerah seperti Bali membatasi aktivitas saat Nyepi, sebagian wisatawan beralih ke Kota Batu.
Jika berkaca pada 2025, setoran pajak selama libur Lebaran mencapai Rp16,1 miliar. Tahun ini, capaian ditargetkan melampaui angka tersebut. Kontributor utama masih berasal dari sektor hotel, restoran, dan hiburan. Ketiga sektor ini paling terdampak langsung oleh tingginya mobilitas wisatawan.
Sementara itu, sektor parkir dinilai belum signifikan. Potensinya diperkirakan hanya sekitar Rp100 juta selama periode libur. Pendapatan parkir sebagian besar ditopang objek besar seperti kawasan wisata dan taman rekreasi. Namun kontribusinya tetap kalah dibanding sektor utama pariwisata.
BACA JUGA Jumat Agung di Kota Batu, OMK Hidupkan Jalan Salib di Ruang Terbuka
Masuknya destinasi baru juga menjadi faktor pendorong. Salah satunya Mikutopia di Kecamatan Bumiaji yang mulai terdata sebagai wajib pajak. “Karena sudah memiliki Nomor Induk Berusaha, otomatis masuk objek pajak,” kata Adhim.
Selain itu, sektor makanan dan minuman juga diprediksi meningkat. Aktivitas buka bersama selama Ramadan hingga kunjungan wisatawan ke kafe tematik ikut menyumbang kenaikan.
BACA JUGA Kesiapan Haji Diklaim 100 Persen, Pemerintah Tetap Waspada Dinamika Timur Tengah
Dengan tren tersebut, pemerintah optimistis sektor pariwisata tetap menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan