Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Produksi Terbatas, Petik Apel di Kota Batu Dilakukan secara Bergiliran

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 16 Juli 2025 | 16:43 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BATU – Peminat wisata petik apel di Kota Batu cenderung meningkat. Sayang, kondisi itu justru terjadi pada saat penurunan produktivitas kebun apel yang menjadi destinasi wisata. Salah satu penyebabnya adalah cuaca yang tidak menentu. Solusinya, wisata petik apel dilakukan secara bergiliran.

Di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, terdapat sekitar 30 tempat wisata petik apel. Namun tak semuanya bisa dikunjungi dalam waktu bersamaan. Sekitar 20 sampai 25 kebun menerapkan kunjungan secara bergantian. Itu dilakukan dengan koordinasi para pemilik kebun dalam mengatur jadwal.

”Yang jadi masalah, saat ini banyak pohon apel yang tidak berbuah,” kata Kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tulungrejo Muchamad Dadi. Dia menjelaskan, jumlah kunjungan ke wisata petik apel sebenarnya relatif stabil, bahkan cenderung naik. Pada semester pertama tahun lalu, jumlah kunjungan mencapai 3.000 wisatawan. Saat ini, dengan periode yang sama, jumlahnya naik sekitar 4.000 kunjungan. Angka itu melebihi wisata ke petik stroberi.

“Karena dari awal branding Kota Batu memang buah apel, jadi dominasinya tetap di apel,” jelas pria yang akrab disapa Dadik itu. Dia mengatakan, kepadatan sering terjadi di beberapa titik kebun apel. Sebagai solusi, para pemilik kebun menerapkan sistem bergiliran.

Dadik menambahkan, faktor cuaca yang tak menentu menjadi penyebab menurunnya produktivitas apel. Saat pohon apel sudah berbunga, tiba-tiba saja turun hujan. Otomatis tidak jadi berbuah. Saat ini, tiket masuk ke wisata petik apel sekitar Rp 25 ribu. Sedangkan buah apel yang dipetik dihargai sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Rata-rata pengunjung berasal dari Kota Batu. Baik dari wilayah Jawa Timur maupun luar Jawa.(nj5/fat)

Editor : A. Nugroho
#petik apel #kota batu #wisata #bumdes #meningkat