BATU, RADAR BATU - Dinas Pendidikan Kota Batu menyiapkan skema dana darurat senilai Rp 1,5 miliar guna menyelamatkan proyek rehabilitasi sekolah yang mangkrak setelah ditinggal kontraktor.
Dana tersebut disiapkan melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk melanjutkan pembangunan tiga sekolah negeri yang terbengkalai, yakni SMPN 4 Kota Batu, SDN Temas 1, dan SDN Sisir 1.
Sebelumnya, proyek senilai Rp 2,5 miliar itu gagal diselesaikan oleh PT Alnusakon Era Laju. Akibatnya, ratusan siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang sementara.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu Cahya Wisesa mengatakan, skenario penyelamatan proyek kini mulai disusun sambil menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Kami sedang mengusulkan penggunaan anggaran melalui skema BTT untuk melanjutkan pekerjaan yang mangkrak,” ujarnya.
Menurut Cahya, kebutuhan anggaran mengalami kenaikan dibanding rencana awal. Khusus proyek di SMPN 4 Kota Batu, estimasi biaya membengkak dari Rp 1,2 miliar menjadi sekitar Rp 1,5 miliar.
BACA JUGA: TNI Kembali Berangkatkan 744 Prajurit ke Lebanon, Panglima hingga Menlu Beri Pesan
Kenaikan tersebut dipicu inflasi harga material bangunan serta kerusakan tambahan pada struktur bangunan yang terlalu lama terbuka tanpa perlindungan.
“Bangunan yang sudah terbongkar itu kualitasnya menurun karena terus terkena hujan dan cuaca ekstrem,” jelasnya.
Disdik Kota Batu menargetkan rehabilitasi seluruh sekolah terdampak bisa dituntaskan pada tahun ini agar siswa tidak lagi belajar di fasilitas darurat.
Namun, pencairan dana darurat tersebut masih harus menunggu persetujuan resmi dari Wali Kota Batu Nurochman yang saat ini sedang menjalankan ibadah haji.
Di sisi lain, DPRD Kota Batu mendesak agar kontraktor pelaksana diberi sanksi tegas dan dimasukkan dalam daftar hitam proyek pemerintah. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan