BATU - Kecelakaan lalu lintas maut akibat dugaan rem blong terjadi di Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kota Batu, Rabu (18/2) sore sekitar pukul 16.45-16.58. Insiden yang melibatkan truk fuso bermuatan pakan ternak tersebut menewaskan satu pengemudi ojek online dan melukai empat orang lainnya. Polisi kini tengah menyelidiki kelayakan kendaraan, pemilik truk, hingga bengkel penguji kendaraan.
Sopir truk, Eko Wahyudi, 33, warga Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mengaku baru pertama kali mengantar pakan ternak ke wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Ia menyebut sistem pengereman mulai bermasalah saat melintasi turunan pertigaan depan Lippo Plaza Batu sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan serta fasilitas umum di sepanjang Jalan Patimura.
Eko berangkat dari Jember menuju Pujon pada Selasa (17/2) tanpa kernet atau sopir cadangan. Setelah bongkar muat katul di KUD Pujon, ia kembali ke Jember pada Rabu (18/2) sekitar pukul 15.00. Namun sekitar pukul 16.45, saat melintasi turunan depan Lippo Plaza Batu menuju Jalan Patimura, ia mulai merasakan gangguan pengereman. Saat hendak menurunkan gigi ke posisi dua, pedal rem disebut terasa kosong.
Sejak itu, ia mengaku terus membunyikan klakson dan berteriak meminta pengendara lain menyingkir sambil mencari titik aman untuk menghentikan kendaraan. Ia sempat mempertimbangkan mengarahkan truk ke trotoar atau tiang listrik di depan Masjid Putih, tetapi lalu lintas padat di kedua sisi jalan membuatnya kesulitan. “Akhirnya ada tiang listrik dan pohon di depan, ya sudah saya buang setir ke situ,” ujarnya.
Eko mengaku telah melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat dan tidak menemukan kendala selama perjalanan menuju Pujon. Truk yang melaju dari arah Kota Batu itu diduga kehilangan kendali sejak Simpang Tiga Dewi Sartika dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya. Data sementara kepolisian mencatat empat kendaraan terdampak, terdiri atas dua mobil dan dua sepeda motor.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Iwan Kurniawan, 38, pengemudi ojek online asal Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Saat kejadian, ia tengah mengantarkan pesanan makanan berupa sate kepada pelanggan. Dari telepon genggam yang diamankan petugas, pesan pengantaran masih terpampang di layar. Korban meninggal diduga akibat benturan keras di kepala. Ia meninggalkan seorang istri dan satu anak.
Tiga korban lain mengalami luka lecet, sementara satu korban mengalami cedera kepala serius tapi beruntung masih sadar dan dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata Batu. Saksi mata di sekitar lokasi menyebut truk sempat membunyikan klakson sebelum menghantam kendaraan dan fasilitas umum. “Kejadiannya sangat cepat, kendaraan di depan langsung terdampak,” ujar Ali, warga yang berada di sekitar lokasi.
Infrastruktur Rusak dan Evakuasi Alot
Selain kendaraan, kecelakaan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur kota. Sedikitnya empat tiang lampu trotoar baru, enam lampu median berbentuk apel, enam tiang penerangan jalan umum beserta jaringan telepon, satu pot median, dan sejumlah pohon rusak di lokasi tumburan. Truk juga menabrak beberapa tiang listrik dan telepon hingga ban depan kiri terperosok ke lubang sedalam sekitar satu meter.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 18.00 dan berlangsung alot akibat ban pecah serta posisi kendaraan yang terjebak. Truk sempat diderek dari belakang sebelum akhirnya ditarik dari depan. Evakuasi tuntas sekitar pukul 18.50. Kendaraan lain dibawa ke Polres Batu sekitar pukul 20.35. Kemacetan sempat terjadi di sekitar lokasi selama proses penanganan.
Polisi Selidiki Administrasi dan Kelayakan Kendaraan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu IPDA Agus Atang Wibowo menyebut hingga kini kelengkapan administrasi sopir dan kendaraan, seperti SIM, surat uji kir, dan surat jalan, belum diserahkan kepada penyidik. Polisi berencana memanggil pemilik kendaraan dan bengkel penguji yang menyatakan kendaraan layak jalan. “Pemilik kendaraan dan bengkel akan kami undang untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menambahkan, fokus awal kepolisian adalah penanganan korban dan kelancaran arus lalu lintas. Sopir truk telah diamankan, tapi pemeriksaan mendalam masih menunggu kelengkapan data dan hasil penyelidikan teknis. “Pemilik kendaraan angkutan barang harus memastikan kelayakan fisik dan administrasi kendaraan sebelum beroperasi,” tegasnya. (ori/dia/dre)
Editor : A. Nugroho