Mendikdasmen RI Resmikan Hasil Revitalisasi Tiga Sekolah Muhammadiyah di Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB
KUNJUNGAN RESMI: Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti (tengah), didampingi Wali Kota Batu Nurochman (kiri) dan Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu Windra Rizkyana (kanan) menuju tempat peresmian gedung di kawasan Perguruan Muhammadiyah kemarin (20/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
KUNJUNGAN RESMI: Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti (tengah), didampingi Wali Kota Batu Nurochman (kiri) dan Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu Windra Rizkyana (kanan) menuju tempat peresmian gedung di kawasan Perguruan Muhammadiyah kemarin (20/9). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU - Tiga sekolah Muhammadiyah di Kota Batu mendapat bantuan revitalisasi sarana dan prasarana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Hasil revitalisasi tersebut diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, kemarin (20/9).

Tiga sekolah penerima bantuan itu yakni SMP Muhammadiyah 8 Batu, TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2, dan SMK Muhammadiyah 1 Batu. Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program nasional untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Tahun ini, ia menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah negeri dan swasta.

Baca Juga: 12,14 Persen Anak Usia SMP di Kota Batu Tak Sekolah

“Prioritas tahun ini untuk sekolah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan daerah lain. Selain itu, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan sekolah yang rusak berat,” ujarnya. Namun, tidak seluruh sekolah mendapatkan bantuan.

Penentuan penerima disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah. Salah satu penerima di Kota Batu adalah SMP Muhammadiyah 8 Batu. Windra Rizkyana, sang kepala sekolah mengatakan, sekolahnya mendapat alokasi revitalisasi dari anggaran 2025 sebesar Rp 747 juta.

Baca Juga: Update Gempa NTT: 15.722 Gempa Susulan dalam 30 Hari, Tapi Trennya Terus Menurun

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun satu ruang kelas dan tiga paket toilet. Pembangunan dimulai September 2025 dan rampung pada Desember 2025. “Kami tahun 2025 mendapat revit sebesar Rp 747 juta, itu berupa satu ruang kelas dan tiga paket toilet,” paparnya.

Windra menjelaskan, penentuan sekolah penerima dilakukan melalui sistem pendataan nasional. Salah satu basisnya adalah Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara itu, pengelolaan anggaran dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan berlapis. Dana ditransfer langsung ke rekening sekolah untuk pelaksanaan pembangunan.

Baca Juga: Pengalihan Guru PPPK Dinilai Bisa Benahi Pendidikan

Pria yang juga menjabat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Batu itu mengatakan, sekolah mendapat pendampingan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga Inspektorat pusat. Pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pelaporan.

“Kami didampingi fasilitator dari daerah. Ada dari Dinas Pendidikan, ada juga dari provinsi, bahkan dari Inspektorat dari pusat,” tambahnya. Menurut Windra, revitalisasi tersebut bukan sekadar menambah fasilitas sekolah. Sarana yang lebih memadai diharapkan membuat siswa lebih nyaman selama mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas sekolah.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pendidikan sekolah kota batu mendikdasmen dapodik