Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

12,14 Persen Anak Usia SMP di Kota Batu Tak Sekolah

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
PENDIDIKAN: Sejumlah siswa di salah satu SMP mengikuti pembelajaran olahraga di lapangan beberapa waktu lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
PENDIDIKAN: Sejumlah siswa di salah satu SMP mengikuti pembelajaran olahraga di lapangan beberapa waktu lalu. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 12,14 persen anak usia 13-15 tahun di Kota Batu belum bersekolah sesuai jenjang usianya. Hal itu tercermin dari Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SMP atau sederajat yang baru mencapai 87,86 persen.

Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Eka Cahyani menjelaskan, APM merupakan proporsi anak pada kelompok usia tertentu yang bersekolah sesuai jenjang pendidikan dengan usianya. “Sejak tahun 2009, pendidikan nonformal (paket A, paket B, dan paket C) juga ikut diperhitungkan,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan BPS, APM SMP atau sederajat di Kota Batu mencapai 87,86 persen. Artinya, dari setiap 100 anak usia 13-15 tahun, sekitar 88 anak bersekolah sesuai kelompok usianya. Sementara 12,14 persen lainnya belum mengikuti pendidikan pada jenjang tersebut.

“Indikator tersebut hanya berupa persentase estimasi dengan metode survei,” imbuhnya. Eka menyebut, data APM diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang digelar tiap tahun. Pada 2025, sampel Susenas di Kota Batu mencapai 750 kepala keluarga.

Dari rumah tangga sampel itu, BPS mendata seluruh anggota keluarga. Termasuk pendidikan yang sedang ditempuh masing-masing anggota rumah tangga. Angka tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS). 

Sejumlah faktor dapat menyebabkan anak usia SMP tidak melanjutkan pendidikan. Di antaranya kendala ekonomi, rendahnya motivasi belajar, hingga memilih bekerja membantu perekonomian keluarga.

Karena itu, edukasi mengenai pentingnya pendidikan, literasi, dan keterampilan perlu terus diperkuat. Ruang belajar informal yang inklusif dan ramah remaja juga dapat menjadi alternatif untuk mendorong anak kembali belajar.

Advertisement

Artikel Terkait

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional SPMB PJJ 2026

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah, Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional SPMB PJJ 2026

Kemendikdasmen resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) 2026.

Disdik Kota Batu Bantah Isu Dugaan Kelalaian Unggah Berkas OSN

Disdik Kota Batu Bantah Isu Dugaan Kelalaian Unggah Berkas OSN

Jagat pendidikan Kota Batu sempat dihebohkan dengan tudingan kesalahan dalam pengunggahan berkas Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Hambatan Jaringan Paksa 300 Siswa di Kota Batu Ujian Susulan

Hambatan Jaringan Paksa 300 Siswa di Kota Batu Ujian Susulan

Sebanyak 300 siswa SD-SMP di Kota Batu jalani TKA susulan akibat kendala jaringan dan gagal memenuhi ambang pengerjaan soal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer