Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdik Kota Batu Bantah Isu Dugaan Kelalaian Unggah Berkas OSN

R
Ilustrasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) (freepik)
Ilustrasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) (freepik)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Jagat pendidikan Kota Batu sempat dihebohkan dengan tudingan kesalahan dalam pengunggahan berkas Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Kegaduhan bermula dari unggahan akun Threads @indah_sulistiyowati23 yang mempertanyakan nihilnya perwakilan Kota Batu.

Bola liarpun memuncak di platform Instagram setelah akun @olimpiadefolk mengunggah infografis yang melabeli kasus ini sebagai 'Tragedi Pendidikan di Kota Batu'. Dalam unggahan yang memicu reaksi keras netizen tersebut, tudingan kelalaian dinas disinyalir kuat bersumber dari kejanggalan data hasil pengumuman dikdas OSN serta pantauan pada laman publik KawalOSN pada Jumat (27/6).

Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Batu membantah keras tudingan kelalaian dalam proses pengunggahan berkas peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K). Kepala Bidang SMP Disdik Kota Batu Cahyawisesa Sri Rama Atmaja menegaskan, tuduhan kelalaian yang beredar di media sosial tidak benar. Pihaknya mengaku sempat diminta melengkapi dokumen, namun hal tersebut langsung diselesaikan saat itu juga.

Advertisement

“Kami pastikan tidak ada kelalaian. Memang kami pernah dimintai untuk kekurangan dokumen yang di-upload, dan sudah kami penuhi,” tegasnya saat dikonfirmasi Minggu (28/6).

Pria yang akrab disapa Sesa itu bahkan mengaku sudah menginformasikan pada admin pusat atas penyusulan berkas upload tersebut.

Bahkan, pelaksanaan OSN tingkat kota sebenarnya sudah berjalan lancar di SMPN 2 Batu yang memiliki sarana prasarana (sarpras) sangat memadai. Kompetisi untuk tingkat SD digelar pada 8 Juni, sementara tingkat SMP dilaksanakan pada 11 Juni lalu.

Advertisement

Kendati demikian, Sesa enggan berspekulasi terlalu dini mengenai penyebab hilangnya nama-nama perwakilan Kota Batu. Baik disebabkan oleh error pada sistem pusat atau faktor lain. Dindik memilih menunggu jawaban hitam di atas putih dari kementerian. "Kami masih berkomunikasi dengan PIC Kemendikdasmen, kami tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat,” tegasnya.

Dindik Kota Batu menyatakan akan tetap bersiaga dan mengawal kasus ini hingga mendapatkan kejelasan resmi dari Kemendikdasmen demi memperjuangkan nasib para siswa yang telah berkompetisi. "Sampai hari ini kami masih menunggu jawaban dan terus konfirmasi dengan kementerian," pungkas Sesa.

Penulis: Rori Dinanda Bestari

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Awas Diskualifikasi! Disdik Kota Batu Ancam Gugurkan Pendaftar SPMB yang Palsukan Koordinat Domisili

Awas Diskualifikasi! Disdik Kota Batu Ancam Gugurkan Pendaftar SPMB yang Palsukan Koordinat Domisili

Dinas Pendidikan Kota Batu menyiapkan sanksi tegas bagi pendaftar SPMB tingkat SMP Negeri yang terbukti memanipulasi data.

Banyak Orang Tua Tolak SLB, Disdik Kota Batu Perketat Asesmen Penempatan Siswa ABK

Banyak Orang Tua Tolak SLB, Disdik Kota Batu Perketat Asesmen Penempatan Siswa ABK

Disdik Batu perketat asesmen ABK via ULD guna cegah salah penempatan akibat gengsi orang tua yang paksa anak masuk sekolah reguler.

Sekolah Reguler Kota Batu Tampung 406 Siswa ABK, Disdik Wajibkan Sistem Inklusi Ramah Disabilitas

Sekolah Reguler Kota Batu Tampung 406 Siswa ABK, Disdik Wajibkan Sistem Inklusi Ramah Disabilitas

Sebanyak 406 siswa ABK di Batu masuk sekolah reguler tahun ini. Disdik perketat pengawasan jam rawan guna cegah bullying dan stres pada anak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer