BATU, RADAR BATU – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani anak putus sekolah yang berpotensi masuk ke dunia kerja di usia dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) hingga program Sekolah Rakyat.
Kepala Dinsos Kota Batu Lilik Fariha mengatakan pihaknya terus melakukan intervensi terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terancam kehilangan akses pendidikan.
“Kami sudah langsung menangani anak putus sekolah karena faktor ketidakmampuan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Lilik, salah satu solusi yang kini ditawarkan adalah mengarahkan anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Program ini menjadi alternatif bagi keluarga yang mengalami kesulitan membiayai pendidikan anak.
BACA JUGA: Ikat Tata Ruang, Pemkot Batu Rancang Rambu Ekologis
Berdasarkan hasil asesmen Dinsos, penyebab anak bekerja tidak selalu berkaitan dengan persoalan ekonomi.
Banyak kasus juga dipicu kondisi keluarga yang tidak harmonis atau broken home, sehingga anak kehilangan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Karena itu, Dinsos menerapkan pendekatan berbeda sesuai akar permasalahan yang ditemukan di lapangan.
BACA JUGA: Analisis Ceko vs Afrika Selatan: Kekuatan yang Bisa Menentukan Hasil Pertandingan Malam Ini!
Jika kendala berasal dari hubungan keluarga atau perilaku anak yang sulit diarahkan, maka penanganan dilakukan melalui pendampingan bersama Puspaga.
Sebaliknya, apabila penyebab utamanya adalah faktor ekonomi, Dinsos akan menghubungkan keluarga dengan berbagai program bantuan sosial sekaligus memastikan anak tetap memperoleh akses pendidikan.
“Keluarga yang memenuhi syarat akan kami masukkan dalam basis data penerima bantuan sosial dan anaknya kami arahkan agar tetap bersekolah,” jelas Lilik.
BACA JUGA: Target PAD Jeblok, Dewan Desak Pemkot Batu Bereskan Pajak
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap dapat menekan angka pekerja anak sekaligus mencegah bertambahnya jumlah anak putus sekolah di Kota Batu.
Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memutus lingkaran kemiskinan antargenerasi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya pekerja anak di berbagai wilayah. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan