BATU, RADAR BATU – Kebiasaan journaling atau menulis catatan harian kini mulai banyak dilakukan siswa sebagai cara mengekspresikan pikiran dan perasaan. Tidak hanya sekadar menulis pengalaman sehari-hari, journaling juga dinilai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental hingga perkembangan akademik pelajar.
Aktivitas ini bahkan mulai populer di kalangan remaja karena dianggap mampu membantu mengurangi stres akibat tugas sekolah, tekanan akademik, maupun aktivitas sehari-hari.
Journaling Membantu Siswa Mengelola Emosi dan Stres
Dilansir dari laman University of St. Augustine for Health Sciences, journaling dapat membantu siswa merasa lebih tenang dan memahami emosi yang dirasakan. Menuliskan pikiran ke dalam buku harian dinilai mampu membantu seseorang mengelola kecemasan, stres, hingga tekanan emosional.
Baca Juga: Mengelola Emosional Siswa, Ini Upaya yang Dapat Dilakukan
Melalui journaling, siswa juga dapat lebih mudah mengenali penyebab masalah yang sedang dihadapi. Aktivitas menulis membuat pikiran menjadi lebih teratur sehingga membantu siswa mencari solusi terhadap persoalan yang dialami.
Selain itu, laman My Private Professor menyebutkan bahwa journaling dapat menjadi sarana untuk “melepaskan” pikiran yang selama ini dipendam. Ketika siswa menuliskan rasa takut, kekhawatiran, atau tekanan yang dirasakan, mereka cenderung merasa lebih lega dan mampu menghadapi aktivitas dengan lebih tenang.
Kebiasaan ini juga dinilai membantu siswa lebih hadir dan fokus dalam kehidupan sehari-hari karena pikiran yang sebelumnya berantakan menjadi lebih tertata.
Journaling Dinilai Meningkatkan Fokus dan Prestasi Belajar
Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, journaling juga dapat membantu siswa dalam proses belajar, menulis dengan tangan terbukti membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan berpikir kritis.
Siswa yang terbiasa mencatat pemahaman, ide, atau pengalaman belajar dinilai lebih mudah mengingat materi pelajaran. Journaling juga membantu siswa memahami hubungan antara teori di kelas dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan menulis secara rutin juga dapat membantu siswa menyusun tujuan belajar dan memantau perkembangan diri. Dengan menuliskan target secara jelas, siswa menjadi lebih termotivasi untuk mencapainya.
Selain itu, journaling membantu siswa lebih sadar terhadap kebiasaan dan tantangan yang dihadapi. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk melatih kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
Baca Juga: Gangguan Tidur pada Siswa, Apa Saja Penyebabnya?
Journaling Bisa Dilakukan dengan Cara Sederhana
Journaling tidak selalu harus berupa tulisan panjang seperti diary. Siswa dapat memulainya dengan cara sederhana, seperti menulis hal yang disyukuri, membuat daftar kegiatan, mencatat target belajar, hingga menuliskan pengalaman menarik setiap hari.
Terdapat berbagai jenis journaling yang dapat dicoba siswa, seperti gratitude journal, bullet journal, reading journal, hingga idea journal untuk menuangkan ide-ide kreatif.
Selain membantu menenangkan pikiran, journaling juga dinilai dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa karena mereka terbiasa menuangkan ide ke dalam tulisan. Journaling juga dapat membantu siswa lebih mengenal diri sendiri dan memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan. Dengan begitu, siswa dapat menghadapi tekanan akademik maupun masalah sehari-hari dengan lebih sehat.
Editor : Aditya Novrian