Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gangguan Tidur pada Siswa, Apa Saja Penyebabnya?

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Ilustrasi salah satu penyebab gangguan tidur yang terjadi (Sumber: Halodoc)
Ilustrasi salah satu penyebab gangguan tidur yang terjadi (Sumber: Halodoc)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Gangguan tidur kini semakin sering dialami siswa dan remaja. Banyak pelajar tidur larut malam karena tugas sekolah, penggunaan media sosial, hingga aktivitas yang padat. Akibatnya, siswa menjadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang fokus saat belajar di sekolah.

Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena kurang tidur tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan prestasi akademik siswa.

Siswa dan Remaja Rentan Mengalami Kurang Tidur
Dilansir dari laman Child Mind Institute, sebagian besar remaja mengalami kekurangan waktu tidur kronis. Padahal, remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur setiap malam agar tubuh dan otak dapat berfungsi secara optimal.

Advertisement

Namun, banyak siswa hanya tidur sekitar 5–7 jam pada hari sekolah. Tugas akademik, kegiatan organisasi, penggunaan media sosial, hingga kebiasaan menunda pekerjaan membuat waktu tidur semakin berkurang.

Selain itu, perubahan biologis pada masa remaja juga memengaruhi pola tidur. Remaja cenderung lebih sulit mengantuk di malam hari karena perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Advertisement

Penggunaan gawai sebelum tidur juga menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur. Cahaya biru dari layar ponsel, laptop, atau tablet dapat menghambat produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, stres dan emosi yang masih labil pada remaja turut memengaruhi kualitas tidur. Beban tugas, tekanan akademik, hingga masalah sosial membuat siswa lebih sulit tidur nyenyak.

Kurang Tidur Bisa Mengganggu Aktivitas Belajar
Gangguan tidur dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental siswa. Kurang tidur membuat siswa mudah mengantuk saat pelajaran, sulit berkonsentrasi, dan menurunkan daya ingat.

Selain itu, siswa yang mengalami kurang tidur juga cenderung lebih mudah marah, impulsif, serta mengalami perubahan suasana hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar dan memengaruhi prestasi akademik.

Faktor lingkungan seperti suara bising, cahaya berlebihan, konsumsi kafein, hingga kebiasaan bermain gawai sebelum tidur juga dapat memperburuk kualitas tidur remaja.

Advertisement

Artikel Terkait

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Dana PIP Rp 3,3 Miliar Disalurkan untuk 8.283 Siswa Kota Batu, Prioritas Desil 1-4

Kota Batu siapkan Rp3,3 miliar dana PIP 2026 untuk 8.283 siswa, utamakan peserta didik keluarga Desil 1–4 DTSEN.

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Sering Main TikTok? Ini Dampak Buruk Video Pendek bagi Fokus Belajar Siswa

Kebiasaan mengonsumsi konten digital berdurasi singkat di media sosial dinilai memengaruhi kemampuan fokus siswa saat belajar.

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Ini Alasan Buku Fiksi Bisa Mengasah Empati Siswa

Berbeda dengan aktivitas menonton film yang menyajikan visualisasi jadi, fiksi membangun simulasi mental yang lebih kompleks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer