
BATU - Ketimpangan antara ketersediaan bangku SMP negeri di Kota Batu dan ledakan jumlah lulusan SD memicu persaingan sengit sejak hari pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibuka kemarin (18/5). Ribuan lulusan SD dari keluarga prasejahtera dan penyandang disabilitas mulai berebut 323 kursi di sembilan SMP Negeri melalui jalur afirmasi.
Denyut kecemasan wali murid sudah terasa sejak pagi buta. Mereka berbondong-bondong memadati sekolah tujuan, salah satunya di SMPN 1 Batu. Sambil menggenggam map berisi dokumen persyaratan, para orang tua bersiap menghadapi saringan administratif yang rumit.
BACA JUGA: Syarat dan Cara Membuat KTP Baru, Perhatikan Tahapannya!
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu Cahya Wisesa menjelaskan pendaftaran jalur khusus ini dibatasi sangat singkat, yakni hanya pada 18-19 Mei. Jalur afirmasi ini didedikasikan penuh bagi siswa miskin dan penyandang disabilitas.
Keabsahan status sosial mereka wajib dibuktikan lewat kepemilikan dokumen negara seperti PKH, PIP, atau surat keterangan tidak mampu. Siasat kecurangan data menjadi momok utama yang diantisipasi.
Tim verifikator dikerahkan langsung ke lapangan untuk menyisir rumah setiap pendaftar. Proses pelacakan faktual ini dijadwalkan berlangsung maraton hingga 22 Juni mendatang.
Instrumen penilaian yang digunakan di lapangan dibuat sangat rinci dan berlapis.
Tim lapangan akan membedah validitas hubungan keluarga, status kepemilikan rumah, hingga besaran pendapatan riil orang tua. Indikator fisik bangunan, daya listrik, jumlah tanggungan, serta kepemilikan kendaraan bermotor juga dihitung secara matematis.



