BATU, RADAR BATU – Platform media sosial TikTok selama ini dikenal luas sebagai ruang hiburan berbasis video pendek yang mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan TikTok mulai mengalami pergeseran fungsi, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran informal yang dimanfaatkan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Perubahan ini terlihat dari meningkatnya konten edukatif yang dibagikan oleh kreator di berbagai bidang, mulai dari bahasa, sains, sejarah, hingga tips belajar cepat. Dilansir dari Komdigi.go.id, hingga Maret 2025, hampir 10 juta video bertema STEM telah dipublikasikan di TikTok. Konten-konten tersebut memungkinkan siswa mendapatkan informasi secara ringkas dan visual, sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan materi konvensional yang bersifat tekstual.
Baca Juga: Pemdes Diminta Adaptif Hadapi Perombakan Dana Desa
Fenomena ini terjadi di berbagai daerah, termasuk di lingkungan pelajar sekolah menengah yang mulai menjadikan TikTok sebagai sumber tambahan untuk memahami materi pelajaran. Mereka menggunakan platform tersebut sebagai pelengkap pembelajaran di kelas, terutama saat membutuhkan penjelasan yang lebih sederhana atau contoh yang lebih kontekstual.
Penggunaan TikTok sebagai media belajar umumnya dilakukan oleh siswa secara mandiri dengan mengakses akun-akun edukatif yang menyediakan materi singkat dan interaktif. Waktu penggunaannya pun tidak terikat, sehingga siswa dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Suntikan Dana Turun, KDMP Belum Sepenuhnya Siap, Pendampingan, SDM, dan Akses Pasar Jadi PR Utama
Terlebih lagi, kehadiran video edukatif berbasis AI membuat daya tarik konten edukatif semakn tinggi dan menarik. Tren ini dipengaruhi oleh kemudahan akses internet, kebiasaan digital generasi muda, serta perubahan gaya belajar yang semakin visual dan cepat. Meski demikian, penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran tetap memerlukan kemampuan seleksi informasi agar siswa dapat membedakan konten yang valid dan tidak.
TikTok tidak lagi hanya dipandang sebagai aplikasi hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar alternatif yang berkembang seiring dengan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan pelajar.
Baca Juga: Pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam Edukasi Kesehatan Siswa Di Sekolah
Editor : Aditya Novrian