Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Nilai Tes Kemampuan Akademik Diprediksi Batal Jadi Pendukung Seleksi Nasional Berbasis Prestasi

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:52 WIB
FOKUS: Siswa SMAN 1 Batu menjalani ujian TKA pada 3 November lalu.
FOKUS: Siswa SMAN 1 Batu menjalani ujian TKA pada 3 November lalu.

BATU - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA di Kota Batu telah rampung sejak awal November lalu. Namun, alih-alih menjadi instrumen penilaian prestasi akademik, hasil tes tersebut justru diprediksi tidak akan digunakan sebagai salah satu penopang Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Hasil TKA yang dijadwalkan keluar Januari ini tengah berada dalam sorotan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengakui hasil pelaksanaan tes belum maksimal dan masih memerlukan kajian ulang. Kondisi itu memicu keraguan atas kelayakan TKA sebagai instrumen seleksi masuk perguruan tinggi.

Sejumlah pihak menilai pelaksanaan TKA menyisakan banyak persoalan mendasar. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyebut evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari kualitas dan relevansi soal, durasi pengerjaan, hingga skema pengawasan ujian.

Di Kota Batu, penilaian serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Batu, Wartono.

Ia menilai hasil TKA berpotensi tidak mencerminkan kemampuan akademik siswa secara objektif. “Utamanya dari sisi soal. Banyak yang tidak relevan dengan materi yang diterima siswa sesuai jenjangnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan pada mata pelajaran matematika. Sejumlah soal dinilai berada di luar cakupan pembelajaran yang telah diajarkan di sekolah. Akibatnya, banyak siswa kesulitan memahami konteks soal. Kondisi itu disebut menjadi salah satu penyebab prediksi rendahnya capaian nilai TKA.

Selain substansi soal, faktor teknis pelaksanaan juga menjadi sorotan. Jadwal TKA yang terbilang mendadak membuat sekolah tidak memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan siswa secara optimal. “Dengan waktu persiapan yang singkat, sulit berharap hasilnya benar-benar memuaskan,” kata Wartono.

Persoalan lain yang dinilai krusial adalah lemahnya pengawasan. Wartono menyinggung adanya dugaan kebocoran soal melalui media sosial saat ujian berlangsung. Sejumlah konten yang memuat soal TKA sempat beredar luas, sehingga dinilai mencederai asas keadilan.

“Ini menunjukkan pengawasan belum ketat, apalagi siswa bisa mengakses gawai dengan relatif bebas,” ujarnya. Ia menegaskan jika TKA benar-benar dijadikan tolok ukur seleksi masuk perguruan tinggi, maka kondisi tersebut sangat disayangkan.

Hingga kini, lanjut Wartono, belum ada petunjuk teknis yang jelas mengenai posisi TKA dalam skema SNBP. Termasuk bobot nilai yang akan digunakan. Bahkan, Kemendikdasmen belum memberikan kepastian apakah nilai TKA akan menjadi variabel penentu dalam seleksi prestasi.

Di sisi lain, tahapan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk SNBP dijadwalkan dimulai awal tahun depan. Dengan berbagai catatan itu, Wartono berharap pemerintah mempertimbangkan ulang penggunaan hasil TKA. “Jangan sampai siswa dirugikan oleh sistem yang belum matang,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#pdss #kota batu #tka #SNBP