Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Memilih Mematikan Notifikasi di Luar Jam Kerja, Banyak Anak Muda Kini Pilih Jaga Work-Life Balance

Parahita Ade Kumala • Rabu, 20 Mei 2026 | 02:00 WIB
Ilustrasi Do Not Disturb di luar jam kerja (sumber foto: magnific)
Ilustrasi Do Not Disturb di luar jam kerja (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Kebiasaan mematikan notifikasi ponsel di luar jam kerja atau saat liburan kini semakin banyak dilakukan, terutama oleh anak muda dan pekerja produktif. Fenomena ini muncul sebagai bagian dari digital well-being dan work-life balance untuk menjaga kesehatan mental di tengah aktivitas yang serba cepat dan padat.

Banyak orang mulai merasa kelelahan karena harus selalu siaga terhadap pesan kantor, grup pekerjaan, hingga email yang masuk hampir tanpa jeda. Akibatnya, waktu istirahat sering terganggu dan memicu stres hingga burnout.

Fenomena ini juga semakin terasa di era digital saat hampir semua pekerjaan dan tugas bisa dilakukan secara online. Kemudahan teknologi membuat batas antara waktu kerja, kuliah, dan waktu pribadi menjadi semakin kabur karena pesan, tugas, atau urusan pekerjaan dapat masuk kapan saja tanpa mengenal jam. Akibatnya, banyak orang merasa sulit benar-benar beristirahat sehingga memilih mematikan notifikasi sebagai cara menciptakan batas yang lebih sehat antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Oleh karena itu, tidak sedikit orang kini sengaja mengaktifkan mode senyap, fitur Do Not Disturb, hingga mematikan notifikasi aplikasi tertentu saat di luar jam kerja. Tujuannya agar waktu pribadi benar-benar bisa digunakan untuk beristirahat tanpa interupsi pekerjaan.

Baca Juga: Fenomena Backburner Makin Sering Terjadi di Kalangan Gen Z, Hubungan Tanpa Kejelasan Jadi Pemicunya

Selain untuk mengurangi stres, mematikan notifikasi juga membantu seseorang lebih fokus menikmati kehidupannya secara nyata. Mulai dari quality time bersama keluarga, nongkrong bersama teman, hingga sekadar menikmati suasana liburan tanpa terus mengecek layar ponsel.

Secara psikologis, terlalu banyak notifikasi dapat memicu kecemasan dan membuat otak sulit benar-benar beristirahat. Oleh karena itu, tren mematikan notifikasi kini dianggap sebagai cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental dan mengembalikan keseimbangan hidup di tengah budaya serba cepat dan mudah.

Baca Juga: Melipir Sedikit dari Batu, Nikmati Nongkrong Santai di Kafe-Kafe Daerah Sengkaling

Editor : Aditya Novrian
#privasi #kesehatan mental #Gen Z #Work Life Balance #lifestyle