Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Refleksi Hukum dan Kemanusiaan dalam Film Terbaru Garin Nugroho Berjudul Nyanyi Sunyi dalam Rantang

Aditya Novrian • Minggu, 11 Mei 2025 | 16:53 WIB

Film Garapan Garin Nugroho mengangkat isu korupsi sebagai refleksi hukum bersama dengan organisasi Anti Korupsi Indonesia (IDNTimes)
Film Garapan Garin Nugroho mengangkat isu korupsi sebagai refleksi hukum bersama dengan organisasi Anti Korupsi Indonesia (IDNTimes)

BATU - Sutradara kawakan Garin Nugroho kembali menyuarakan kritik sosial melalui film terbarunya berjudul Nyanyi Sunyi dalam Rantang.

Tayang perdana di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025 dengan judul internasional Whispers in the Dabbas, film ini mendapat sorotan karena keberaniannya mengangkat isu ketimpangan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks sosial Indonesia.

Film ini mengikuti kisah Puspa, seorang pengacara muda yang membela masyarakat miskin yang terseret dalam kasus hukum ringan, namun menghadapi tuntutan yang tidak manusiawi.

Baca Juga: Tepat 10 Hari Tayang, Film Pengepungan di Bukit Duri Tembus 1 juta Penonton

Cerita film ini diadaptasi dari empat kasus hukum nyata yang pernah terjadi di Indonesia, menjadikannya cermin atas persoalan hukum dan ketidakadilan sistemik yang masih membelit masyarakat bawah.

Garin Nugroho menyampaikan bahwa film ini merupakan bentuk otokritik terhadap sistem hukum Indonesia yang kerap berpihak pada pemilik kekuasaan.

“Saya ingin menghadirkan cerita-cerita sunyi yang selama ini tak terdengar, lewat medium yang bisa membuka mata hati publik,” ungkap Garin dalam konferensi pers di Jakarta, 9 Mei 2025.

Baca Juga: Menteri Budaya Dukung Dunia Film Indonesia Melalui Dana Indonesiana

Menariknya, Nyanyi Sunyi dalam Rantang merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah lembaga antikorupsi ternama, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), dan Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK.

Keterlibatan mereka menjadikan film ini tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga instrumen kampanye edukatif dalam memperkuat nilai-nilai integritas dan keadilan sosial.

Baca Juga: Viral Usai Wafatnya Paus: Film Conclave Bongkar Ketegangan Pemilihan Paus di Balik Tembok Vatikan

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyebut film ini sebagai media refleksi dan edukasi yang efektif.

Budiyanto berharap film ini bisa menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya melawan korupsi, mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan durasi 76 menit dan gaya visual puitis khas Garin, film ini berhasil menyentuh ranah etika, hukum, dan kemanusiaan secara mendalam.

Nyanyi Sunyi dalam Rantang bukan hanya tontonan, tetapi ajakan untuk berpikir dan bertindak demi keadilan yang lebih merata. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#Nyanyi Sunyi Dalam Rantang #hukum #korupsi #film terbaru #kemanusiaan #garin nugroho