Berita Terbaru Ekonomi & Bisnis Kesehatan Kriminal Lifestyle Malang Raya Nusantara Olahraga Opini Pemilu 2024 Pendidikan Peristiwa Sosok Teknologi Wisata & Kuliner

Perkembangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Batu, 7 Desa Masih Terkendala Lahan KDMP

Fajar Andre Setiawan • 2026-03-15 14:45:50
TERKENDALA: Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu belum berjalan merata. (Sumber: Times Indonesia)
TERKENDALA: Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu belum berjalan merata. (Sumber: Times Indonesia)

BATU - Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu belum berjalan merata. Dari target 24 desa dan kelurahan, baru 17 lokasi yang memasuki tahap konstruksi hingga pertengahan tahun ini. Satu gerai di antaranya telah selesai dibangun. Sementara tujuh wilayah lainnya masih belum memulai pembangunan.

 Kendala utama berasal dari persoalan ketersediaan dan kelayakan lahan. Pengawas Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Batu Hendry Son mengatakan sejumlah desa belum memiliki lahan yang memenuhi kriteria pembangunan gerai.

 Baca Juga: Penjualan Bunga Taman di Kota Batu Merosot 50 Persen Saat Ramadan

“Terakhir peletakan batu pertama dilakukan di Desa Beji,” ujarnya. Menurut Hendry, sebagian besar wilayah yang belum memulai pembangunan berada di Kecamatan Batu. Tujuh wilayah itu meliputi Desa Pesanggrahan, Desa Junrejo, Desa Oro-Oro Ombo, Desa Sidomulyo, Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik, dan Kelurahan Songgokerto.

Ia menjelaskan proses verifikasi lahan tidak berada di tingkat pemerintah daerah. Penentuan kelayakan dilakukan oleh PT Agrinas sebagai pihak yang memiliki kewenangan teknis. Pemerintah desa, kelurahan, dan pemerintah kota hanya berperan memberikan rekomendasi lokasi yang dianggap potensial.

 Baca Juga: Penjualan Bunga Taman di Kota Batu Merosot 50 Persen Saat Ramadan

Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain status lahan jelas dan tidak bersengketa, memiliki luas yang memadai, serta akses jalan yang layak. Persyaratan tersebut diperlukan agar distribusi barang dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar.

Meski masih menghadapi sejumlah hambatan, progres pembangunan dinilai cukup signifikan. Beberapa lokasi bahkan hampir menyelesaikan tahap konstruksi. “Secara umum progres pembangunan di 17 titik sudah mencapai sekitar 50 persen,” kata Hendry.

 Baca Juga: Kisah Mahasiswa Myanmar Hein Htet Aung yang Menempuh Pendidikan di Kota Malang

Sementara itu, Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wiweko mengatakan pihaknya telah mengusulkan lokasi pembangunan gerai KDMP. Desa saat ini menunggu keputusan final dari pihak Agrinas terkait kelayakan lahan tersebut. “Rencananya gerai KDMP akan dibangun di kawasan Jalibar,” pungkasnya. (dia/dre)

Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu

Editor : Fajar Andre Setiawan
#Berita Terbaru #Koperasi Merah Putih #terkendala #kota baru