BATU – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Batu belum sepenuhnya berjalan optimal. Pemerintah masih memfokuskan energi pada penguatan fondasi, terutama penyelesaian pembangunan fisik gerai dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola.
Dari total 24 desa dan kelurahan sasaran program, sebanyak 11 KDMP belum memulai pembangunan gerai. Kendala utama berada pada ketersediaan lahan dan penyelesaian administrasi di tingkat desa maupun kelurahan. Kondisi tersebut membuat operasional koperasi belum bisa digerakkan secara maksimal.
Kepala Bidang Koperasi Diskumperindag Kota Batu, Muhammad Ghufron Sholihin, menyebut pembangunan gerai menjadi kebutuhan paling mendesak dalam tahap awal implementasi program. Gerai akan berfungsi sebagai pusat aktivitas usaha dan distribusi koperasi.
“Fokus kami saat ini memang menuntaskan pembangunan fisik, karena gerai menjadi pusat kegiatan koperasi,” ujarnya. Setiap KDMP mendapat alokasi anggaran Rp3 miliar dari pemerintah pusat. Sebesar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan gerai, sedangkan Rp1,4 miliar sisanya untuk operasional.
Namun, realisasi di lapangan belum merata karena kesiapan lahan belum sepenuhnya terpenuhi. Sebagian desa masih memproses penyediaan lahan, sementara di sejumlah kelurahan opsi pemanfaatan aset milik Pemkot Batu masih dalam tahap pengusulan.
Penyelesaian administrasi dan kepastian lahan menjadi prasyarat sebelum pembangunan fisik bisa dimulai. Selain pembangunan infrastruktur, penguatan SDM pengelola koperasi juga dikebut. Ghufron menilai kualitas SDM menjadi kunci keberhasilan pengelolaan KDMP.
Berbagai pelatihan dan pendampingan telah dilakukan, termasuk melalui Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) dari pemerintah pusat.
“Pendampingan sebelumnya berlangsung tiga bulan. Februari ini direncanakan ada penguatan lanjutan untuk SDM pengelola,” jelasnya.
Peningkatan kapasitas juga dilakukan melalui pelatihan pengurus koperasi, sertifikasi pendamping, hingga sertifikasi pengurus oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi akan digelar setelah pembangunan gerai rampung, guna memastikan pengurus memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
Setelah gerai selesai, koperasi ditargetkan segera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai dasar penguatan tata kelola. Di sisi lain, KDMP juga didorong menjalin kemitraan usaha dengan pihak ketiga, terutama BUMN. Kerja sama itu meliputi distribusi LPG dengan Pertamina, pupuk dengan Pupuk Indonesia, serta layanan kesehatan bersama Kimia Farma.
Untuk menunjang operasional, setiap KDMP juga akan difasilitasi sarana transportasi berupa satu unit truk, dua kendaraan bak terbuka, dan satu kendaraan roda tiga. Distribusi armada direncanakan dilakukan setelah pembangunan gerai tuntas.
Meski demikian, sejumlah KDMP mulai bergerak meski gerai belum selesai. Ketua KDMP Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Rio Sarwo Wibisono, menyebut koperasi di wilayahnya telah menjalin kerja sama pasokan dengan delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Produk yang disalurkan antara lain susu pasteurisasi dan kebutuhan lainnya.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan Pertamina untuk distribusi LPG. Setelah gerai selesai, kami akan segera menggelar RAT,” ujarnya. Saat ini KDMP Dadaprejo mulai mencatat laba sekitar Rp4-5 juta per bulan. Keuntungan tersebut masih digunakan untuk operasional, termasuk menggaji dua pegawai distribusi. “Masih kecil, tapi ke depan kami optimistis bisa meningkat,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ketua KDMP Desa Gunungsari, Bumiaji, Muhammad Munir. Menurutnya, pengelolaan koperasi disiasati dengan melibatkan pengurus yang berasal dari pelaku usaha dan memiliki pengalaman berkoperasi. “Insyaallah aman, meski tetap perlu penguatan kapasitas,” ujarnya.
Munir sendiri sebelumnya memimpin koperasi yang bergerak di sektor pengepul susu sapi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi usaha KDMP di wilayahnya. Pemerintah berharap, setelah gerai rampung dan SDM siap, KDMP mampu menjadi penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho