Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Seniman Gaek Kota Batu Gelar Pameran Tunggal

Kholid Amrullah • Senin, 15 Juli 2024 | 14:00 WIB

 

BERKELAS: Karya seni lukis milik Djoeari Soebardja dipamerkan di Galeri Raos.
BERKELAS: Karya seni lukis milik Djoeari Soebardja dipamerkan di Galeri Raos.

BATU - Seniman kawakan asal Kota Batu Djoeari Soebardja menggelar pameran tunggal di Galeri Raos sejak Sabtu (13/7) hingga 28 Juli mendatang. Pameran tersebut memiliki makna yang cukup istimewa dalam bagi dia karena sekaligus untuk merayakan pertambahan usianya yang ke 64 tahun.

Djoeari memajang karya-karyanya sejak awal karier sebagai Seniman pada 1977 silam. Dirinya masih ingat betul karya pertamanya yang ia lukis di atas kain karung terigu segi tiga. Lukisan itu adalah sesosok laki-laki. Dirinya pun mengaku lupa siapa sosok laki-laki yang ia lukis itu. “Yang jelas laki-laki itu saya tiru dari sebuah majalah musik saat itu,” ucapnya.

Ia tak mengetahui lukisan itu akan bisa bertahan selama 47 tahun hingga saat ini. Sebab, Djoeari mengaku harus mengulang pengecatan hingga 4 kali baru warna lukisannya itu menyatu. Karena, dia tidak melapisi kain dari karung terigu itu dengan warna dasar.

Sehingga, cat air yang ia gunakan mudah luntur. Di dalam Galeri Raos, Djoeari memamerkan transformasi tema dan teknis lukisannya dari tahun ke tahun. Mulai dari tahun1977-1990 yang ia sebut sebagai masa pencarian jati diri. Sehingga, lukisannya lebih bervariasi. Mulai lukisan sosok manusia, pemandangan alam, hingga lukisan abstrak.

Sementara untuk karya-karyanya pada era 1990-2000an ia menyebutnya sebagai karya pengkristalan. Yakni di mana pencarian jati dirinya sebagai seorang seniman lukis mulai menemukan titik terang. Lukisan-lukisannya lebih banyak mengangkat tema alam dan kelestarian lingkungan.

Hingga sejak tahun 2000 an sampai sekarang ia fokus pada tema-teman lingkungan. Ada satu lukisan yang berkesan bagi Djoeari. Meski ia mengatakan bila setiap lukisannya memiliki kesan, arti, dan maknanya masing-masing. Yakni lukisan seorang gadis perempuan yang tengah memegang wadah seperti nampan yang berisi topeng Malangan.

Sementara, Djoeari melukiskan gadis itu dengan mata tertutup dan berlatar belakang pohon-pohon bekas tebangan. Dirinya menceritakan makna di balik lukisan itu ada budaya dan kesenian yang berasal dari alam. Namun, anak-anak yang punya minat dalam kesenian itu kerap kali tidak punya bayangan masa depan yang baik sebagai seorang seniman. (dre/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Seni lukis #lukisan #Galeri Raos #kota batu #seniman lukis