Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kepala UPT Pasar yang Baru Dituntut Transparan

Kholid Amrullah • Kamis, 11 Juli 2024 | 14:00 WIB

 

BERSIH: Kondisi Pasar Induk Kota Batu sangat bersih.
BERSIH: Kondisi Pasar Induk Kota Batu sangat bersih.

BATU - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani Batu resmi berganti sejak 1 Juli lalu. Sebelumnya, jabatan tersebut diduduki oleh Agus Suyadi. Sedangkan, tongkat estafet kepemimpinan pasar induk kini dipegang oleh Gadis Dewi Primandhasari. Sebelumnya, Gadis Dewi Primandhasari menjabat Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu.

Sementara, Agus Suyadi saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu. Pergantian kepala UPT Pasar Induk memberikan harapan baru bagi pedagang. Terutama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di pasar terbesar di Indonesia itu. Mulai dari permasalahan transparansi data jumlah pedagang hingga besaran retribusi yang dibebankan kepada pedagang.

Salah seorang pengurus harian pedagang 9 Saeed Alkatiri mengatakan setidaknya ada 8 hal yang menjadi PR besar kepala UPT yang baru. Di antaranya terkait transparansi jumlah pedagang di Pasar Induk Among Tani Batu. Pasalnya, dirinya menilai sejauh ini tidak ada tindakan tegas kepada para pedagang yang tidak beroperasi.

Sehingga, hal itu mengakibatkan banyak kios yang kosong hingga. Saeed mengaku hal itu merugikan pedagang lainnya. karena, puluhan kios kosong cenderung berkumpul di satu area tertentu. Sementara, dalam area itu ada satu dua kios yang buka. “Pengunjung akhirnya malas untuk lewat di area itu karena terlihat sepi,” ungkapnya.

Selain itu, Saeed berharap pengelolaan pasar tidak lagi menggunakan koordinator. Karena, hal itu akan berpotensi dijadikan kesempatan bagi oknum tertentu untuk melakukan kecurangan. Dengan begitu, PR turunannya adalah membenahi manajerial pasar. Saeed mengatakan yang tidak kalah penting adalah mengkaji ulang terkait besaran retribusi yang naik 3 kali lipat.

“Dengan kondisi pedagang yang baru saja memulai aktivitas di pasar ini apakah tepat kebijakan kenaikan retribusi itu,” ungkap dia. Pihaknya juga meminta agar kepala UPT yang baru tidak hanya duduk di belakang meja. Melainkan turun untuk memastikan kondisi para pedagangnya. Sehingga, kepala UPT bisa memberikan solusi yang cepat dan tepat pada setiap permasalahan.

“PR keenam adalah perlu adanya diskusi publik secara periodik untuk memproyeksikan nasib pasar ke depan,” ujarnya. Lebih lanjut, Saeed menyebut PR ketujuh yakni agar UPT pasar adil dalam melakukan promosi. Sehingga, promosi tidak hanya dilakukan di zona kuliner, namun pada semua zona. Sehingga kunjungan bisa menyebar ke semua zona. “Terakhir, UPT pasar perlu memberikan fasilitas eskalator di semua zona,” pungkasnya. (dre/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#dishub #kota batu #Pasar Induk Among Tani #wisata batu #UPT