Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

73 Kasus Kanker Payudara Terdeteksi Tahun Ini

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:45 WIB
SKRINING RUTIN: Petugas Dinkes Kota Batu meninjau skrining kesehatan di Puskesmas Beji beberapa waktu lalu.
SKRINING RUTIN: Petugas Dinkes Kota Batu meninjau skrining kesehatan di Puskesmas Beji beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU - Ancaman fatalitas penyakit kanker payudara masih membayangi kesehatan masyarakat di Kota Batu. Temuan 73 kasus aktif sepanjang tahun ini membuktikan mutasi genetik mematikan tersebut masih menjadi momok serius Namun, ada tren penurunan tipis terhadap jumlah kasusnya. Pada 2025 lalu, total ada 75 pasien yang menjalani perawatan intensif. Dua di antaranya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Tingginya angka fatalitas dilatarbelakangi minimnya kesadaran pasien dalam mendeteksi gejala awal. Sebab, kemunculan sel kanker seringkali tidak disertai rasa sakit sama sekali. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Icang Sarrazin menjelaskan kelengahan tersebut membuat pasien baru mencari pertolongan medis ketika sel perusak sudah menyebar luas.

“Gejala paling umum Adalah munculnya benjolan pada payudara atau ketiak yang terasa keras dan permukaannya tidak rata. Perubahan fisik pada puting yang tertarik ke dalam hingga mengeluarkan cairan abnormal berwarna darah atau kuning kehijauan juga sangat patut diwaspadai,” urai Icang.

Baca Juga: 56 Perempuan di Kota Batu Mengidap Kanker Payudara

Jika mutasi sel masuk stadium lanjut, manifestasi klinis dipastikan semakin berat dan menyiksa. Benjolan kian membesar dan memicu rasa nyeri hebat. Disusul pembengkakan di ketiak, luka terbuka yang sulit sembuh, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, hingga komplikasi pernapasan serta nyeri tulang.

Menariknya, mutasi sel-sel payudara yang tidak terkendali ini rupanya tidak eksklusif mengancam kaum hawa. Icang menyebut penyakit mematikan ini sesekali juga menjangkit kelompok laki-laki. Namun, persentase kasusnya tergolong sangat langka. Icang menegaskan kunci utama keselamatan pasien bergantung kecepatan intervensi medis.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Masih Minim Skrining di Kota Batu Ditarget Sasar 1.300 Perempuan Tahun Ini

Semakin dini keberadaan kanker ditemukan, maka peluang dan persentase kesembuhan pasien akan melonjak drastis. Dinkes Kota Batu kini terus menggerakkan advokasi Kesehatan secara masif ke Masyarakat sebagai pencegahan. Kampanye deteksi dini melalui rutinitas Periksa Payudara Sendiri (Sadari) dan Periksa Payudara Klinis (Sadanis) juga masif. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#P2P #Sadari #dinkes #sadanis