Batu– Dalam beberapa tahun terakhir, tren plant parenting semakin populer, terutama di kalangan masyarakat perkotaan.
Banyak orang yang mulai mengoleksi tanaman hias, bukan hanya untuk mempercantik rumah, tetapi juga sebagai bentuk terapi dan pelepas stres.
Merawat tanaman dianggap sebagai aktivitas yang menenangkan, membantu mengurangi kecemasan, serta meningkatkan fokus dan kesejahteraan emosional.
Gaya hidup ini semakin berkembang sejak pandemi, ketika banyak orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Baca Juga: Petani Tulungrejo Berikan 4 Jenis Tanaman Apel ke Wali Kota
Tanaman menjadi teman setia yang tidak hanya memberikan udara segar, tetapi juga menghadirkan suasana lebih nyaman di dalam ruangan.
Tidak heran jika berbagai jenis tanaman seperti monstera, lidah mertua, kaktus, dan pothos menjadi favorit para pecinta tanaman.
Selain manfaat estetika dan psikologis, merawat tanaman juga mengajarkan banyak hal, seperti kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan memahami kebutuhan setiap tanaman, seseorang juga belajar untuk lebih peka terhadap makhluk hidup lain.
Di media sosial, tren plant parenting juga semakin berkembang. Banyak akun berbagi tips merawat tanaman, mulai dari cara penyiraman yang benar, pemilihan pot yang sesuai, hingga teknik perbanyakan tanaman agar lebih hemat.
Baca Juga: Rahasia Cantik Alami: Manfaat Timun untuk Kulit Sehat dan Glowing!
Tak hanya itu, komunitas pecinta tanaman pun bermunculan, baik secara daring maupun tatap muka, untuk berbagi pengalaman dan informasi seputar dunia plant parenting.
Bagi pemula yang ingin memulai, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Pilihlah tanaman yang mudah dirawat, seperti lidah mertua atau kaktus, yang tidak memerlukan terlalu banyak perhatian.
Pastikan tanaman mendapatkan pencahayaan yang cukup, gunakan media tanam yang sesuai, dan perhatikan kebutuhan airnya.
Lebih dari sekadar hobi, plant parenting kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Dengan merawat tanaman, seseorang juga sekaligus merawat dirinya sendiri—menemukan ketenangan dalam kesederhanaan, serta menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman dan asri. (afh)
Editor : Aditya Novrian