BATU, RADAR BATU – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Batu hingga pertengahan Juli baru mencapai 56,32 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mengungkap salah satu hambatan terbesar berasal dari maraknya hoaks di media sosial yang membuat pelaku usaha takut didata.
Banyak warga mengira data usaha yang dikumpulkan petugas akan digunakan sebagai dasar penarikan pajak. Padahal, BPS menegaskan informasi yang dihimpun murni untuk kepentingan statistik dan penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo menjelaskan capaian 56,32 persen merupakan persentase keluarga dan unit usaha yang telah berhasil dicacah dibanding daftar awal (prelist).
"Per 15 Juli targetnya 40 persen selesai, akhir Juli 60 persen, dan seluruh pencacahan ditargetkan rampung pada 31 Agustus," ujarnya.
Menurut Herlina, tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat akibat banyaknya informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
Selain isu pajak, kondisi ekonomi yang belum stabil juga membuat sebagian pelaku usaha enggan memberikan informasi kepada petugas.
Baca Juga: Face Painting Sedot Animo Anak-Anak di CFD Mbatu Sae Kota Batu - Radar Batu
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPS menggandeng ketua RT dan melakukan pendekatan persuasif, termasuk menjadwalkan ulang kunjungan sesuai waktu yang disepakati warga.
BPS juga memastikan seluruh pendataan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi Android yang terhubung dengan server terenkripsi dan dipantau bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Kami berharap masyarakat tidak ragu menerima petugas sensus karena data tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan," tegas Herlina.
Editor : Fajar Andre Setiawan