Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

92 Persen Pencari Kerja di Kota Batu Berhasil Terserap Industri

R
PELATIHAN KERJA: Sejumlah pemuda mengikuti pelatihan MUA yang digelar Disnaker Kota Batu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja beberapa waktu lalu.
PELATIHAN KERJA: Sejumlah pemuda mengikuti pelatihan MUA yang digelar Disnaker Kota Batu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja beberapa waktu lalu.

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Tingkat penyerapan tenaga kerja di Kota Batu pada Semester I 2026 mencapai 92,14 persen. Dari 229 pencari kerja yang terdaftar melalui kartu Antar Kerja (AK-1), 211 orang telah terserap di dunia kerja. Meski demikian, Disnaker Kota Batu masih menghadapi kendala rendahnya minat sebagian pencari kerja untuk ditempatkan di luar daerah.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Batu Suhartini Ningsih menjelaskan capaian itu diperoleh dari data pendaftaran AK-1 di Mal Pelayanan Publik (MPP). Selain itu, juga dari laporan penyerapan tenaga kerja dari sektor perhotelan dan pariwisata. “Data serapan yang kami miliki merupakan data secara global,” ujarnya.

Disnaker memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 200 juta untuk setiap kegiatan pelatihan berbasis kompetensi. Tujuannya agar tingkat penyerapan tenaga kerja bisa dipertahankan. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai bahan praktik, konsumsi, honor instruktur, hingga transportasi peserta.

Advertisement

Namun, peluang kerja yang telah difasilitasi belum seluruhnya dimanfaatkan pencari kerja. Menurut Suhartini, sejumlah peserta pelatihan memilih tidak mengikuti proses penempatan. Sebab, enggan bekerja di luar Kota Batu. “Kami sudah memfasilitasi peluang magang dan rekrutmen hingga ke luar kota seperti Surabaya dan hotel bintang lima,” katanya.

Disnaker juga terus menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha. Pemetaan dilakukan bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Hal itu menunjukkan kebutuhan tenaga kerja masih tinggi pada bidang akuntansi perpajakan, teknisi perhotelan, dan pastry.

Sebagai tindak lanjut, Disnaker berencana membuka pelatihan akuntansi perpajakan. Rencana pelaksanaannya pada perubahan anggaran tahun ini. Pelatihan akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama.

Advertisement

Program pelatihan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya disampaikan Sufahmi Anggraheni, warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Sebelumnya, dia mengikuti pelatihan bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Program BNSP ini membantu meningkatkan keterampilan sekaligus menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan,” ujarnya. Disnaker mengoptimalkan penyebaran informasi lowongan kerja melalui media sosial resmi.

Pasalnya, pelaksanaan job fair tatap muka ditunda lantaran efisiensi anggaran. Kolaborasi juga diperkuat dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Ikatan Mahasiswa Kota Batu (Imakoba), dan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya. (kr2/dre)

Advertisement

Artikel Terkait

Kunci Lolos Wawancara: Begini Cara Menghadapi Interview Kerja agar Lebih Percaya Diri

Kunci Lolos Wawancara: Begini Cara Menghadapi Interview Kerja agar Lebih Percaya Diri

Tahap Interview menjadi gerbang krusial yang menentukan keberhasilan seorang pelamar dalam mengamankan posisi impian di dunia kerja.

Ingin Kerja di Industri Kreatif? Jurusan Ini Cocok untuk yang Suka Menggambar

Ingin Kerja di Industri Kreatif? Jurusan Ini Cocok untuk yang Suka Menggambar

Berbagai profesi baru bermunculan seiring meningkatnya kebutuhan akan konten visual, desain digital, animasi, hingga pengembangan game.

Tak Hanya Jadi Guru, Ini Prospek Kerja Lulusan Jurusan yang Berkaitan dengan Bahasa Inggris

Tak Hanya Jadi Guru, Ini Prospek Kerja Lulusan Jurusan yang Berkaitan dengan Bahasa Inggris

Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak dibutuhkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer