BATU, RADAR BATU - Komoditas bawang merah dan cabai merah memicu lonjakan inflasi di Kota Batu awal bulan ini. Catatan terbaru Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Juni ini menunjukkan inflasi menyentuh angka 0,21 persen. Kondisi pasar berbalik 180 derajat dari periode sama tahun lalu yang justru dihantam deflasi dalam sebesar -1,10 persen.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Kota Batu Diyah Wahyuni merinci pergerakan harga pasar domestik. Bawang merah mencatatkan daya dongkrak tertinggi terhadap inflasi sebesar 0,4128.
Komoditas cabai merah menempel ketat di posisi kedua dengan andil 0,4009, disusul komoditas beras sebesar 0,0206.
Baca Juga: Pupuk Bawang Cafe & Dining Jadi Spot Favorit Ngedate dengan Pemandangan Menawan
Kenaikan harga duo bumbu dapur utama dipicu lonjakan angka permintaan masyarakat. Fluktuasi terjadi akibat tingginya kebutuhan pasar domestic selama momentum libur sekolah dan maraknya hajatan pernikahan. “Naiknya harga-harga ini karena banyaknya permintaan untuk momentum liburan sekolah dan maraknya hajatan pernikahan,” ujar Diyah.
Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sejauh ini belum bisa diukur secara pasti. Namun, kondisi eksternal tersebut secara tidak langsung memengaruhi Tingkat daya beli masyarakat hingga berujung pada inflasi. “Komoditas pangan pengaruh utamanya murni faktor tinggi rendahnya permintaan serta ketersediaan stok di pasar,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Bawang Merah di Kota Batu Kembali Melonjak
Tren merangkaknya harga saat ini berbanding terbalik dengan medio tahun lalu. Juni 2025 lalu, kantong belanja warga bernapas lega karena cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah menyumbang andil deflasi cukup besar. Stok di pasar kala itu sangat melimpah akibat momentum panen raya hortikultura teradi serentak.
Pemkot Batu kini berkomitmen terus memperketat pengawasan dan monitoring harga secara real-time di lapangan. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas daya beli warga sekaligus memastikan pasokan pangan dari luar daerah tetap lancar. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho