BATU - Jumlah masyarakat yang menjual perhiasan emasnya terus meningkat sejak April lalu. Beberapa toko emas di Pasar Induk Among Tani Batu rata-rata menerima puluhan penjualan. Jika dibandingkan dengan pembelian, jumlahnya hanya separo dari penjualan.
Penjaga Toko Emas Laris, Agung mengaku rata-rata melayani 40 penjualan perhiasan emas per hari. Sedangkan, pembeliannya hanya sekitar 20 transaksi saja per hari. Belakangan tren penjualan perhiasan emas meningkat.
“Beberapa mengaku untuk kebutuhan sekolah anak karena bertepatan dengan tahun ajaran baru," ujarnya. Penjualan didominasi perhiasan emas muda. Seperti gelang dan cincin. Dia menyebut satu orang kadang bisa menjual lebih dari satu perhiasan emas.
Senada dengan itu, penjaga Toko Emas Bulan Purnama Ahmad Mukorobin menyebut 60 persen transaksi yang terjadi sejak April lalu merupakan penjualan perhiasan emas. Sedangkan 40 persennya merupakan pembelian.
"Januari-Maret lalu penjualan dan pembelian masih imbang fifty-fifty," ujarnya. Dari obrolan yang terjadi, Robin menyebut alasannya yakni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setidaknya ada 20 transaksi penjualan yang dia layani setiap hari.
Sedangkan, untuk pembelian hanya sekitar 10-15 transaksi saja. Kendati begitu, penjualan tidak selalu berbentuk perhiasan. Ada pula logam mulia yang turut dijual. Namun, jumlahnya tak sebanyak perhiasan.
Biasanya pemilik logam mulia enggan menjual dalam waktu dekat. Pasalnya, sejak awal memang sudah diniatkan sebagai investasi jangka panjang. "Minimal satu tahun baru dijual lagi," imbuhnya.
Dia menambahkan beberapa minggu yang lalu sempat terjadi penurunan harga emas antam sebesar Rp 60 ribu per gram. "Waktu itu banyak yang kemudian membeli emas antam untuk investasi," tutup Robin. (nj5/dre)
Editor : A. Nugroho