BATU, RADAR BATU - Sebanyak 226 jemaah haji asal Kota Batu yang tergabung dalam Kloter 4 akhirnya tiba di Masjid Sultan Agung, Kota Batu subuh tadi (2/6). Kedatangan rombongan ini disambut isak tangis haru keluarga yang telah bersiaga sejak dini hari.
Rombongan haji yang terdiri dari kategori reguler dan cadangan ini sebelumnya mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya kemarin (1/6) pukul 23.20. Proses birokrasi dan pemeriksaan kesehatan akhir segera dilakukan begitu jemaah menginjakkan kaki di tanah air.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batu Basuki Rachmad menyatakan para jemaah langsung menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk efisiensi dokumen. “Perkiraan masuk asrama sekitar pukul 01.00,” ujarnya.
BACA JUGA: 226 Jemaah Haji Kota Batu Pulang dari Tanah Suci, Tangis Haru Pecah di Balai Kota Among Tani
Tepat pukul 03.00, seluruh jemaah langsung diberangkatkan menuju Kota Batu dan tiba di titik kumpul utama pada pukul 04.00. Evaluasi medis pascapenerbangan menunjukkan seluruh jemaah berada dalam kondisi sehat walafiat.
Sempat terjadi kendala ketika seorang jemaah asal Probolinggo yang masuk dalam rombongan Kota Batu mengalami gangguan kesehatan serius. Jemaah tersebut terpaksa dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Jeddah.
BACA JUGA: Tak Hanya Bunga, Batu Love Garden Hadirkan Pengalaman Belajar Seputar Cokelat
Namun, respons cepat tim medis membuat kondisinya pulih total hingga diizinkan terbang pulang bersama kelompoknya. Kloter 4 ini memiliki catatan sosiologis menarik karena turut membawa Wali Kota Batu Nurochman beserta istrinya Siti Faujiyah Nurochman.
Pasangan nomor satu di Kota Batu ini memilih beribadah melalui jalur haji reguler. Seluruh rombongan ini diketahui telah bertolak meninggalkan Indonesia sejak 22 April lalu. Basuki mengapresiasi soliditas berlapis antara petugas di Arab Saudi dan tim domestik.
Sinergi ini dinilai berhasil menekan potensi risiko di lapangan. “Rasa kekeluargaan yang erat antarpetugas menjadi kunci utama mitigasi segala kendala selama mendampingi jemaah,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan