Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemkot Batu Resmi Operasikan Empat Sel Big Komposter di TPA

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:03 WIB

 

KICK OFF: Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung big composter di TPA Tlekung kemarin (8/7).
KICK OFF: Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto meninjau langsung big composter di TPA Tlekung kemarin (8/7).

JUNREJO - Empat sel big komposter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung resmi beroperasi kemarin (8/7). Alat pengolah sampah organik itu masing-masing memiliki kapasitas sebesar empat ton per hari. Artinya, empat sel big komposter bisa mengolah 16 ton sampah organik setiap hari.

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan big composter akan mengolah sampah organik menjadi kompos melalui bantuan eco enzym. Sampah sisa makanan hingga dedaunan akan diubah menjadi pupuk ramah lingkungan. Sebelumnya, sampah organik diolah menggunakan insinerator juga.

Dengan begitu, beban insinerator ke depan akan berkurang. Namun, Cak Nur, sapaan akrabnya mengaku akan melakukan uji lab lebih dulu terhadap kandungan kompos hasil olahan big komposter tersebut. Setelah dipastikan kandungannya, baru akan didistribusikan kepada para petani untuk mengolah lahan pertanian mereka.

“Jika perlu tambahan kandungan lain, maka akan dilakukan penyesuaian terkait standar pupuk sesuai kebutuhan,” ujarnya. Dia mengatakan sampah organik yang diolah menggunakan big komposter akan dipanen tiga bulan sekali. Cak Nur menilai program ini selaras dengan visi misi Mbatu Sae dalam hal realisasi smart integrated farming.

Dengan masa panen yang cukup lama, pria asal Desa Sumberejo itu menilai jumlah big komposter masih belum ideal. Sehingga, ke depan akan dilakukan penambahan secara bertahap. Sehingga, tidak ada tumpukan antrean selama masa pengolahan kompos selesai dan siap dipanen.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menyebut big komposter yang beroperasi hanya untuk mengolah sampah perkotaan saja. Yakni yang berasal dari 21 ruas jalan di Kota Batu. “Ke depan kami berencana membangun rumah kompos di 24 desa dan kelurahan,” katanya.

Dian mengasumsikan masing-masing penduduk Kota Batu menghasilkan sampah sebesar 0,53 kilogram per hari. Separo dari itu merupakan sampah organik. Maka, kapasitas rumah kompos yang dibangun disesuaikan estimasi jumlah produksi sampah organik yang ada. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#komposter #empat #SEL #BIG #dlh kota batu #tpa