Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

KOTA BATU: MKKS Minta Formasi Guru Jadi Prioritas dalam Seleksi CASN

A. Nugroho • Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:13 WIB
FOKUS: Salah seorang guru sedang mengajar di SMPN Satu Atap Gunungsari 04 Kota Batu beberapa waktu lalu.
FOKUS: Salah seorang guru sedang mengajar di SMPN Satu Atap Gunungsari 04 Kota Batu beberapa waktu lalu.

 

BATU - Ketiadaan formasi guru dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2024 lalu disoal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Alasannya karena itu berpotensi menggerus jumlah guru honorer dan Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah.

 

Beberapa dari mereka tetap mengikuti seleksi meski harus banting setir. Alias tidak bertugas sebagai guru lagi. Pasalnya, seleksi CASN 2024 lalu hanya membuka formasi untuk tenaga teknis. Sehingga, mereka yang diterima akan ditugaskan di instansi pemerintahan. Otomatis jumlah guru di sekolah akan susut dan semakin kekurangan.

 

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik), Kota Batu masih memiliki kekurangan guru sebanyak 63 orang. Terdiri atas 16 guru dari SD negeri dan 47 guru dari SMP negeri. Wakil Ketua MKKS SMP Negeri Kota Batu Budi Prasetyo berharap agar formasi guru dalam seleksi CASN tetap menjadi prioritas.

 

Sehingga, kekurangan guru yang terjadi tidak kian parah. Sedangkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah tidak mungkin lagi mengangkat guru honorer. Termasuk sekolah yang juga sudah tidak bisa merekrut GTT. Apalagi di tengah sengkarut regulasi Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda)

 

“Selain ada guru yang akhirnya mundur karena diterima ASN sebagai tenaga teknis, setiap tahunnya jumlah guru terus berkurang karena pensiun,” tegasnya. Dia menambahkan formasi guru dalam seleksi CASN di lingkungan Pemkot Batu terakhir di buka pada 2023 lalu. Sunarto berharap formasi guru dalam seleksi CASN dibuka setiap tahun.

 

Dengan begitu, kekurangan guru pelan-pelan akan segera terpenuhi. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 3 Batu itu meminta agar Pemkot Batu mengambil langkah strategis untuk penyelesaian polemik ini dalam jangka waktu pendek. Sebab, bagaimana pun kebutuhan dan peran guru tidak bisa digantikan.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Heli Suyanto meminta sekolah tidak lagi perlu khawatir. Sebab, ASN yang sudah diangkat sebagai tenaga teknis tidak serta merta ditugaskan ke instansi pemerintah. “Kemarin sudah saya sampaikan waktu hearing, tenaga PPPK paro waktu akan ada yang kami berdayakan ke sekolah lagi,” tegasnya.


Heli menegaskan, formasi seleksi CASN 2024 lalu disesuaikan dengan ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pemangku kebijakan. Sehingga, pihaknya terpaksa mengikuti arahan tersebut agar seleksi CASN tetap bisa terlaksana di Kota Batu. “Untuk PPPK paro waktu ini kami kembalikan sesuai jabatan semula, termasuk guru,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Raya #guru #sekolah #kota #batu