
BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyiapkan anggaran Rp 21 miliar dari hibah Local Service Delivery Program(LSDP) pada 2027 untuk memperkuat pengelolaan sampah.
Dana tahap pertama dari pengajuan hibah sekitar Rp 150 miliar kepada Bank Dunia itu akan digunakan membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) serta satu unit biodigester di Pasar Induk Among Tani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, hibah LSDP dirancang berjalan selama empat tahun. Pencairan dana dilakukan bertahap sesuai rencana pelaksanaan program, bukan sekaligus.
“Untuk tahap pertama tahun 2027 nanti, dana hibah yang kami eksekusi mencapai Rp 21 miliar,” ujar Dian.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan fisik, peningkatan tata kelola, serta pemenuhan sarana dan prasarana pengolahan sampah.
Tiga proyek yang disiapkan ialah TPST 3R di Kelurahan Sisir, TPST 3R di Kelurahan Temas, dan biodigester di Pasar Induk Among Tani.
Pembangunan fasilitas itu diarahkan untuk memperkuat pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Keberadaan TPST 3R diharapkan membantu mengurangi sampah yang harus ditangani di tempat pemrosesan akhir.
Namun, penambahan fasilitas tidak otomatis menyelesaikan persoalan sampah. Efektivitas pengolahan bergantung pada kapasitas fasilitas, pemilahan sampah sebelum masuk tempat pengolahan, serta kesinambungan operasional setelah pembangunan selesai.
Selain pembangunan fasilitas baru, Pemkot Batu merencanakan transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung menjadi tempat pengolahan sampah terpadu pada 2028.
Salah satu program yang disiapkan ialah landfill mining, yakni pengolahan kembali timbunan sampah lama.

