Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Baloga Pacu Pasar Florikultura lewat Specta Flora Festival

Rori Dinanda Bestari • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:49 WIB
IKON WISATA: Talent Baloga tampil menghibur pengunjung dalam event Specta Flora Festival tahun lalu.
IKON WISATA: Talent Baloga tampil menghibur pengunjung dalam event Specta Flora Festival tahun lalu.

BATU, RADAR BATU - Periode bulan Suro identik dengan penurunan permintaan pasar terhadap komoditas bunga. Batu Love Garden (Baloga) menyiasati lesunya serapan florikultura lokal dengan bersiap menjadi tuan rumah bagi gelaran tahunan Specta Flora Festival 2026 pada 2-5 Juli mendatang.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran visual kecantikan bunga. Acara ini diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi strategis antara sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, komunitas, serta jajaran Pemkot Batu untuk memperkuat identitas wilayah berbasis florikultura.

Penyelamatan ekosistem pertanian bunga ini digawangi secara kolektif oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Batu bersama Baloga.

Aksi itu turut menggandeng Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), Young Ambassador Agriculture (YAA), Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI), dan jaringan Duta Petani Milenial dan Andalan (DPM/A).

Mengusung tema besar Mekar Bersama Tumbuhkan Kreativitas, festival ini berupaya membalikkan tantangan penurunan tren daya beli masyarakat saat Suro menjadi momentum kebangkitan ekonomi. Sebagai destinasi wisata unggulan di bawah naungan Jawa Timur Park Group yang mengoleksi ribuan jenis tanaman, BALOGA dinilai representatif.

Baca Juga: Baloga Jadikan Hidroponik Senjata Edukasi Ekowisata

Sepanjang empat hari penyelenggaraan, manajemen telah menyiapkan rentetan agenda interaktif. Mulai dari Lomba Merangkai Wedding Bouquet, Lomba Flower to Wear, Lomba Fashion Baloga, hingga ajang Costume Carnival. Selain itu, festival ini juga menggelar Floral Photography Workshop, Biodiversity Kids Trail, serta berbagai lomba kreatif.

Lomba kreatif itu di antaranya mewarnai, menggambar, menyanyi, hingga pawai Sepeda Hias Flora dan keseruan Zumba Flower Party. Daya tarik utama yang diprediksi akan menyedot perhatian ribuan pasang mata adalah prosesi Grebeg Bunga. Event itu merupakan ritual arak-arakan hasil bumi hortikultura yang melambangkan kekayaan alam Kota Batu.

Acara ini akan dimeriahkan kehadiran Flora Expo yang menyajikan etalase tanaman hias, bunga potong, dan produk industri kreatif berbasis tanaman karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Untuk memperkaya ruang diskusi teknis, panitia juga menyisipkan berbagai sesi talkshow edukatif.

Baca Juga: Parade Mobil Hias Baloga Ramaikan Libur Lebaran

Dalam talkshow tersebut akan membedah persoalan florikultura, arsitektur lanskap, kelestarian lingkungan hidup, hingga strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi wilayah. Direktur Baloga Isha Mey berkomitmen memposisikan Baloga sebagai motor penggerak dan wadah kolaborasi aktif yang berdampak bagi kemajuan daerah.

”Kami berharap Masyarakat tidak hanya menikmati keindahan flora yang ada di Baloga. Namun, juga semakin mengenal potensi florikultura lokal serta berbagai karya kreatif yang lahir dari komunitas dan pelaku usaha di Kota Batu,” ujar Isha Mey. Dia optimistis Specta Flora Festival 2026 mampu memulihkan kesejahteraan petani bunga dan pelaku UMKM. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Gekrafs #IALI #IPBI #Baloga