BATU, RADAR BATU - Manajemen Jawa Timur Park (JTP) Group menggelar forum sharing knowledge bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu di Senyum World Hotel pada Selasa lalu (20/5). Event tersebut bertujuan mengenalkan Tourism Service Center (TSC) sebagai hub integrasi paket wisata terpadu
Langkah ini respons lesunya pasar penunjang pariwisata akibat penyus-utan pelancong dalam setahun terakhir.
Strategi taktis korporasi ini dipicu tren negatif pasar pariwisata regional. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat 11 juta kunju-ngan wisatawan pada 2024, yang separonya mengalir ke jaringan wahana JTP Group. Memasuki tahun 2025, performa tersebut merosot dengan hilangnya sekitar 400 ribu pengunjung. Hal ini tentu memukul telak sektor sekunder seperti perhotelan, restoran, hingga pusat oleh-oleh yang kehilangan potensi pendapatan.
Baca Juga: JTP Group Obral Diskon Sambut Musim Libur Sekolah
Pusat layanan terpadu yang bermarkas di Main Gate Jatim Park 3 ini diproyeksikan menjadi mesin penyelamat omzet. Manajer Pemasaran dan Humas JTP Group Titik S. Ariyanto menawarkan skema kolaborasi bundling kepada para pemilik hotel, vila, dan restoran yang bernaung di bawah PHRI.
Melalui sistem ini, pelaku usaha akomodasi dapat mengawinkan fasilitas mereka dengan tiket masuk wahana JTP Group menjadi satu paket tunggal berharga miring untuk menarik minat agen travel maupun wisatawan mandiri. Titik menjelaskan hub ini didesain melampaui fungsi pusat informasi konvensional.
Baca Juga: JTP Group Tawarkan Paket Bundling ke Jaringan Hotel
Fasilitas ini menyediakan layanan reservasi instan, area ruang tunggu, staf multibahasa, pengisi daya internasional, hingga penitipan barang. "Kami ingin wisatawan yang datang ke Batu bisa mendapatkan akses informasi yang lebih mudah, lengkap, dan terintegrasi dalam satu tempat," kata Titik di hadapan jajaran manajer umum hotel se-Kota Batu. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho