Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Produksi Menyusut, Petani Apel Pilih Kembangkan Agrowisata

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:14 WIB
MAKIN EKSIS: Salah seorang wisatawan mancanegara memetik apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.
MAKIN EKSIS: Salah seorang wisatawan mancanegara memetik apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BUMIAJI - Kondisi pertanian apel di Kota Batu kian memprihatinkan. Perubahan iklim dan struktur tanah membuat luasan lahan apel terus tergerus. Otomatis produksinya juga terus menyusut. Itulah mengapa petani apel mulai banting setir ke sektor agrowisata Salah satunya memanfaatkan lahannya menjadi wisata petik apel.

Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu pada akhir tahun 2024 lalu, lahan apel hanya tersisa 740,07 hektare saja. Ada penyusutan sebanyak 83,26 hektare dari tahun sebelumnya. Bahkan, semakin banyak petani apel yang pilih beralih ke komoditas jeruk.

Salah seorang pemilik lahan apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kustono mengungkapkan kondisi apel kian hari kian memprihatinkan. Tingginya biaya operasional perawatan apel membuat para petani kelabakan. “Akhirnya mereka sekarang lebih fokus ke agrowisata. Seperti yang saya lakukan saat ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Tono aktif sebagai seorang petani dan penyuplai apel di pasar. Namun, karena harga apel kian anjlok membuatnya kerap menanggung rugi. Akhirnya, dirinya memasarkan hasil kebunnya melalui wisata petik apel. Ternyata langkah itu cukup menguntungkan dibandingkan harus suplai ke pasar.

“Pasar sekarang tidak mau apel yang ukuran kecil. Sehingga banyak buah yang tidak lolos sortir,” bebernya. Berbeda denga wisata petik apel yang tak memiliki standarisasi pasar yang serupa. Seorang wisatawan yang masuk kebun apel akan dipatok tarif Rp 20 ribu. Jika mereka ingin membawa hasil petiknya, dikenakan biaya lagi sesuai berat apel.

Tono menyebut eksistensi wisata petik apel terus naik. Itu berkat promosi lewat media sosial. Dalam satu hari, pria asal Desa Tulungrejo itu bisa mengantarkan 100-150 wisatawan petik apel. Jumlahnya bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat saat akhir pekan.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, upaya peningkatan eksistensi apel terus dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan paket wisata petik apel. “Dengan banyaknya angka kunjungan wisatawan, kami berharap petani kembali melirik untuk menanam apel,” tegasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#petik apel #agrowisata #Disparta Kota Batu #petani apel