Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Malang Tiba-Tiba Dingin? Ini Penjelasan di Balik Fenomena Bediding

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi udara dingin fenomena bediding. (Unsplash).
Ilustrasi udara dingin fenomena bediding. (Unsplash).

MALANG, RADAR BATU - Warga Malang Raya kembali dikeluhkan dengan penurunan suhu drastis yang mengharuskan warga untuk mengenakan pakaian tebal saat keluar rumah. 

Suhu udara yang jauh lebih dingin dari biasanya melanda di waktu malam hari hingga menjelang pagi hari. Kondisi tersebut umum dikenal dengan fenomena bediding. Fenomena tahunan ini kerap terjadi saat memasuki musim kemarau. 

Tak hanya wilayah Malang Raya yang mengalami fenomena tersebut, melainkan sejumlah wilayah di Indonesia turut dilanda fenomena bediding, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Baca Juga: Dulu Ditunggu, Kini Dikeluhkan: Bediding Kembali Melanda Malang Raya

Apa itu Fenomena Bediding?

Secara meteorologi, bediding bukan merupakan tanda-tanda bencana alam, melainkan fenomena alamiah yang rutin terjadi setiap tahun. Fenomena ini juga dianggap sebagai penanda masuknya puncak musim kemarau karena kerap terjadi di bulan Juni—Agustus.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang saling berkaitan:

Baca Juga: Bediding Menyergap Malang Raya, Suhu Dingin Sejak Subuh Awet hingga Siang Hari

  1. Angin Monsun Australia: Saat ini, kondisi Benua Australia sedang memasuki puncak musim dingin. Angin yang bertiup dari Australia menuju Benua Asia melewati Indonesia (khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) membawa massa udara yang kering dan dingin.

  2. Minimnya Payung Awan: Minimnya pembentukan awan di atmosfer turut menjadi penyebab dinginnya Malang Raya. Di puncak musim kemarau, kandungan uap air di atmosfer cenderung rendah, sehingga memicu tak terbentuknya awan. Ketiadaan “payung awan” ini membuat radiasi panas matahari langsung dilepaskan tanpa hambatan secara maksimal ke luar angkasa, sehingga hanya menyisakan udara dingin hingga subuh.

  3. Faktor Geografis Malang: Sebagai daerah dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan, Malang secara alami memiliki suhu dasar yang rendah. Ketika dihantam massa udara dingin Australia, dapat merosot hingga menyentuh angka 14—16 derajat Celsius pada malam hingga  dini hari.

Imbauan untuk Masyarakat

Meski datangnya fenomena ini menyuguhkan langit cerah dengan embusan udara segar, perubahan suhu yang kontras antara siang dan malam dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Baca Juga: Fenomena Bediding Menyapa Malang Raya, BMKG: Suhu Dini Hari Anjlok hingga 17 Derajat Celsius

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga imun tubuh guna mengantisipasi penyakit seperti flu, batuk, dan gangguan pernapasan yang rentan terjadi selama fenomena bediding berlangsung.

Berikut tips menghadapi bediding di Malang Raya:

  1. Gunakan pakaian tebal
  2. Jaga hidrasi

  3. Konsumsi makanan dan minuman hangat

Editor : Aditya Novrian
#malang raya #bediding