Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Lemah, Harga Motor Matik di Kota Batu Meroket

F
CEK HARGA: Manajer diler Yamaha melayani pelanggan di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Melemahnya nilai tukar rupiah berimbas pada naiknya harga sejumlah tipe motor matik.
CEK HARGA: Manajer diler Yamaha melayani pelanggan di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Melemahnya nilai tukar rupiah berimbas pada naiknya harga sejumlah tipe motor matik.

Advertisement

 

BATU, RADAR BATU - Lonjakan nilai tukar dolar yang menembus Rp 17.843 berdampak langsung pada sektor otomotif di Kota Batu. Kenaikan harga bahan baku komponen, terutama plastik, memicu katrol harga. Berdasarkan data terbaru, tipe Aerox Alpha CBCT ABS mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar Rp 3,2 juta. Harganya naik 9 persen dari Rp 34,47 juta menjadi Rp 37,67 juta. Disusul Lexi LX 155 C yang naik Rp 1,73 juta menjadi Rp 29,3 juta.

Advertisement

Sementara itu, varian Fazzio Hybrid naik Rp 225 ribu. Kenaikan seragam sebesar Rp 195 ribu juga terjadi pada Nmax Series dan Grand Filano. SOP Manajer Yamaha SIP Motor Raya Batu Rendy Pratama Putra menyebut penyesuaian harga ini imbas pergerakan mata uang asing dan biaya produksi pabrikan. Industri roda dua kini sangat bergantung pada material global yang harganya ikut bergejolak.

“Kenaikan harga ini imbas dari kurs dolar dan komponen. Sebab, rata-rata bodi motor saat ini didominasi bahan plastik,” jelas Rendy. Penyesuaian harga tersebut langsung menekan volume penjualan diler. Bulan ini, angka penjualan turun menjadi 35 unit dari rata-rata sebelumnya 40 unit. Meski begitu, Rendy menilai pasar otomotif lokal masih cukup tangguh.

Advertisement

“Daya beli tergolong stabil. Meskipun harga naik, masyarakat mau tidak mau tetap beli karena motor sudah jadi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya. Menyiasati konsumen yang mulai berhemat, pihak diler gencar menerapkan strategi jemput bola dan promosi digital. Tujuannya untuk menjaga tren penjualan tunai maupun kredit.

Tekanan harga kendaraan baru ini dirasakan langsung Ramadhan Sabith Imamana Alfaridzi. Pekerja asal Desa Torongrejo itu terpaksa menunda rencananya membeli motor baru. Sebab, keuangannya masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Keinginan beli motor baru ada, tapi dananya belum cukup,” ungkapnya.

Ia mengaku baru memiliki tabungan sebesar Rp 800 ribu. Pasalnya, dirinya pun masih harus melunasi cicilan HP. Ia berharap pemerintah mengevaluasi standar upah minimum kota (UMK).

Advertisement

Artikel Terkait

Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Harga Minyak Dunia Melonjak

Rupiah Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Harga Minyak Dunia Melonjak

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026) hingga mencapai Rp18.089 per dolar AS.

Neraca Perdagangan Defisit US$1,61 Miliar akibat Impor Minyak, Rupiah Kian Tertekan

Neraca Perdagangan Defisit US$1,61 Miliar akibat Impor Minyak, Rupiah Kian Tertekan

Kembali terjadi, nilai tukar rupiah merosot hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer